HEADLINEPANGKALPINANG

Pemkot Siapkan Dua Tempat Isoter

×

Pemkot Siapkan Dua Tempat Isoter

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Demi mencegah penyebaran atau penanggulangan Covid-19, Pemerintah Kota Pangkalpinang siapkan tempat isolasi terpadu bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, saat menggelar konferensi pers diruang rapat, Senin (23/08/2021).

“Kita ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka persiapan untuk penanggulangan Covid-19 ini, kami sedang mempersiapkan tempat untuk isoter,” ungkap Radmida.

Lanjutnya, akan ada dua tempat isoter yang disiapkan untuk masyarakat, yakni di Eks Puskesmas Girimaya, dan di Sanggar Kegiatan Belajar Kelurahan Bukit Merapin.

“Disini nanti ada dua tempat isoter kita. Yang pertama di girimaya, ini sudah tersedia sebanyak 30 bed dan kami juga akan menambah untuk kamar mandi nya,” ucap Sekda.

“Dan yang kedua, ini sekarang lagi proses untuk rehab kamar-kamar di SKB. Ada 16 kamar yang kapasitas nya 35 orang. Dan nanti jika diperlukan, aula tempat olahraga nya juga bisa dipergunakan,” ujarnya

Pada intinya, Radmida menegaskan Pemkot Pangkalpinang siap untuk isoter bagi masyarakat yang terkonfirmasi.

Dijelaskan Radmida, masyarakat tidak perlu khawatir akan tempat isoter yang ada di Sanggar Kegiatan Belajar tersebut, karena jauh dari lingkungan masyarakat, serta akses jalan menuju ke gedung akan dialihkan.

“Disini kami akan menutup akses ketempat anak-anak yang ada disekolah itu. Jadi nanti kendaraan tidak boleh lewat yang ada disana. Jaraknya juga jauh, karena kami sudah cek kelapangan,” kata Sekda Kota Pangkalpinang ini.

Ia juga mengatakan, apabila kapasitas keseluruhan dengan 65 Bed di dua tempat tersebut masih belum cukup, gedung pertemuan di SKB itu juga bisa dijadikan tempat isoter.

“Tetapi kita berharap angka penyebaran Covid-19 ini tidak naik. Tapi kita juga siap untuk isoter ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy mengatakan, anggaran total biaya untuk rehab keseluruhan belum dipastikan, karena masih dalam proses perhitungan biaya.

“Kalau berkaitan dengan kebijakan perhitungan – perhitungan itu masih dalam proses. Anggarannya menggunakan dari BTT, nanti kita hitung berapa biaya untuk rehab keseluruhan gedung itu, akan kita sampaikan ke Bakeuda, mungkin yang kegiatan belanjanya. Jadi langsung bisa dieksekusi,” jelas Eddy.

Ia juga menambahkan, kapasitas yang ada selain dari ruangan di SKB tersebut, juga ada Asrama Pendidikan dan Pelatihan yang letaknya bersampingan dengan gedung SKB.

“Disamping SKB itu juga ada asrama untuk pendidikan dan pelatihan itu sudah ada. Cuman keadaannya saja yang perlu diperbaiki,” ucapnya.

Selain itu, Sekretaris BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi menyampaikan, gedung SKB layak untuk dijadikan tempat isoter.

“Untuk SKB itu, nanti setelah direhab itu layak untuk dijadikan isoter. Teknisnya nanti atau pengaturan-pengaturannya sudah disampaikan sebelumnya oleh Bu Sekda. Jadi nanti kita buat alur keluar masuknya agar terhindar dari anak-anak yang ada di PAUD itu nanti jika melaksanakan operasional juga akan kita atur untuk alurnya,” pungkasnya. (Iqbal)