HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Penambang Teluk Kelabat Kembali Beroperasi

×

Penambang Teluk Kelabat Kembali Beroperasi

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Aktivitas Ponton Isap ilegal di perairan Teluk Kelabat, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga ternyata belum selesai. Baru – baru ini para penambang masih saja beroperasi di lokasi tersebut, meskipun sebelumnya sudah pernah ditertibkan oleh aparat keamanan.

Camat Parittiga Madirisa membenarkan hal tersebut. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin ( 5/7 ) kemarin, dia mengatakan pihaknya akan turun ke lokasi bersama DPRD Bangka Barat.

Saat dihubungi hari ini, Selasa ( 6/7 ), Madirisa mengatakan, pihak Kecamatan Parittiga bersama DPRD Bangka Barat telah meninjau langsung ke Teluk Kelabat.

” Kami berharap masyarakat Desa Bakit tetap kondusif serta mempercayakan masalah ini kepada DPRD. Sore nanti Camat juga diajak untuk menemui Pak Bupati untuk menyampaikan hal kemarin,” kata Madirisa.

Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih saat ditemui mengatakan, pihaknya memang telah meninjau ke lokasi Teluk Kelabat dan memang ada aktivitas penambangan.

” Iya saya lihat memang banyak lagi aktivitas tambang. Nah Pak Camat sudah laporan lalu kita tinjau memang ada aktivitas tambang. Kalau penertiban wewenangnya ada di kepolisian, nah itu harus koordinasi karena Teluk Kelabat itu ada dua daerah,” kata Marudur.

Menurut dia, secara aturan aktivitas penambangan di wilayah Teluk Kelabat tidak dibenarkan atau ilegal. Dia minta ketegasan Pemerintah Daerah agar Perda-nya dapat dilaksanakan atau diimplementasikan.

” Jadi masyarakat nelayan itu terganggu hasil penangkapan karena tambang, lalu mereka minta Pemda menindaklanjuti keinginan mereka,” ujarnya.

DPRD dalam hal ini menerima aspirasi masyarakat, agar mereka bisa melakukan aktivitasnya lagi sebagai nelayan.

” Nanti kita sampaikan kebijakannya seperti apa, harusnya tidak boleh ada tambang. Kita ingin zero tambang, karena Teluk kelabat daerah budidaya ikan lalu pariwisata jadi kita jagalah, karena zonanya sudah diatur,” katanya.

” Kami sebagai DPRD mengikuti aturan, keinginan masyarakat sudah kami tampung, dan akan menyampaikan ke Pemda terkait masih adanya aktivitas tambang itu,” sambung Marudur. ( SK )