oleh

Penasehat Hukum Terdakwa DK Dan Her, Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Jelas

BANGKA — Sidang lanjutan perkara tindak pidana dugaan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla), atau tindak pidana perambahan kawasan hutan menggunakan alat berat tanpa izin, dengan terdakwa DK dan Her, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1B Sungailiat, pada Selasa (04/02/2020).

Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, melalui Humas Raden Narendra Mohni mengungkapkan, acara sidang hari ini (penyampaian) bantahan / eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum para terdakwa.

“Pada pokoknya menurut penasihat hukum terdakwa, dakwaan penuntut umum tidak jelas dan kabur. Karena menurut penasihat hukum, bahwa terdakwa ditangkap dengan pasal yang sudah tidak berlaku, pasal yang didakwakan berubah dari pasal yang disangkakan dalam penyidikan,” ungkap Raden Narendra Mohni, Selasa petang.

Terhadap eksepsi penasehat hukum terdakwa tersebut, lanjut dia, Penuntut Umum akan menyampaikan tanggapannya pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.

Kajari Bangka melalui Kasi Pidum M. Rizal, membenarkan akan menanggapi eksepsi penasehat hukum terdakwa pada sidang hari Kamis (06/02/2020) nanti.

“Nanti kita jawab eksepsi pada sidang hari Kamis nanti, tanggal 6 Februari 2020,” kata M. Rizal, dikonfirmasi Selasa petang.

Pada dakwaan pertama, terdakwa DK dan Her, warga Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, didakwa melanggar Pasal 78 ayat (3) Juncto Pasal 50 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.

Pada dakwaan kedua, terdakwa DK dan Her didakwa melanggar Pasal 92 ayat (1) huruf b Juncto Pasal 17 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed