HEADLINEPEMPROV BABEL

Penerapan LPG Card Akan Segera Dimulai

15
×

Penerapan LPG Card Akan Segera Dimulai

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Diperkirakan akhir Maret nanti, penerapan LPG Card di Bangka Belitung akan segera dimulai. Rencananya, usai launching, penerapan LPG Card akan dimulai di Kota Pangkalpinang.

Demikian diungkapkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, usai menandatangani MoU tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan untuk Pembelian Bahan Bakar dan Gas antara PT BRI (Persero) Tbk, PT Pertamina Persero Regional Sumbagsel, Hiswana Migas Babel, Selasa (16/3/2021) di Kantor Pusat BRI Jakarta.

Kesepakatan bersama ini bertujuan menjalin kerja sama,, untuk penyaluran bahan bakar dan gas yang tepat sasaran, tepat harga dan tepat mutu bagi konsumen pengguna di Bangka Belitung. Sehingga penyaluran bahan bakar minyak dan gas bisa lebih efektif, efisien dan transparan.

“Saya berharap setelah MoU program ini segera berjalan, kalau bisa sebelum Ramadhan sudah jalan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bangka Belitung ini mengatakan, saat ini distribusi gas di Pulau Belitung kurang baik. Dengan program ini, diharapkan bisa lebih mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kartu BRI ini, dalam pembelian bahan bakar dan gas.

Dikatakan Gubernur, sistem inilah yang menjadi solusi untuk menyelesaikan akar permasalahan distribusi gas di Bangka Belitung.

Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pangkalan yang ditemukan menjual harga tidak sesuai HET, banyaknya oknum yang memanfaatkan LPG untuk dijual secara eceran, dan banyaknya laporan mengenai semrawutnya penyaluran LPG 3 kilogram.

Gubernur membeberkan, pertama, sistem ini Cashless. Artinya, seluruh transaksi yang ada di pangkalan menggunakan E-Money BRIZZI LPG Card.

Kedua, berbasis Electronic Data Capture EDC). Mayoritas transaksi berbasis EDC, sehingga bisa digunakan dalam kondisi offline.

Ketiga, berbasis Near Field Communication (NFC). Untuk daerah bersinyal kuat, bisa menggunakan NFC Handphone untuk bertransaksi di pangkalan.

Keempat, online reporting. Tidak ada lagi pencatatan logbook di Pangkalan, data realisasi pangkalan dapat didownload berdasarkan transaksi.

Gubernur juga berharap program kerja sama lainnya, seperti Kredit Usaha Rakyat BRI bagi petani jahe merah dan porang di Bangka Belitung bisa berjalan. Kedepannya, dirinya juga ingin ada kerja sama program KUR BRI untuk tenaga honorer di Pemprov Babel.

“Nanti ada juga program E-Warung, kalau BRI bisa ambil peran ini. Saya yakin BRI memiliki teknologi yang bagus, kita bisa kerja sama. E-Warung ini akan sangat membantu distribusi bahan pokok. Kita khawatir, dengan maraknya retail-retail yang bisa menghancurkan warung-warung yang sudah ada. Untuk itu, kami akan memperkuat distribusi barang warung-warung ini, membantu mereka mendapatkan barang dengan harga lebih murah dengan dasar sistem,” bebernya. (*)