oleh

Penerapan Pilar-pilar Kebangsaan Pada Generasi Milenial

Penulis: Dinar Rosyada
Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

Salah satu ciri khas Indonesia sebagai negara/ bangsa adalah menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan. Kita tahu bahwa Indonesia terdiri dari suku, agama, ras dan adat istiadat yang majemuk di berbagai daerah yang ada di Indnesia. Empat pilar kebangsaan ini menjadi konsep serta kemampuan yang harus diterapkan dalam berbangsa dan bernegara.

Empat pilar kebangsaan juga sebagai fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada suatu kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

Keempat pilar kebangsaan tersebut terdiri dari :
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. NKRI
4. Bhineka Tunggal Ika

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah ke empat pilar kebangsaan Indonesia semakin kokoh, ataukah malah retak yang berujung roboh?

Pancasila sebagai pilar yang pertama, kita semua tahu bahwa sedang terjadi perdebatan yang ramai tentang RUU haluan ideologi pancasila yang mengusung trisila dan ekasila. RUU ini banyak ditentang rakyat Indonesia, sebab RUU ini akan merubahpancasila yang sudah ditetapkan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan sangat baik, RUU ini juga dapat memicu perpecahan diantara rakyat Indonesia. Maka dengan ini penulis dapat mengatakan bahwa pilar kebangsaan kita terancam retak dan roboh jika RUU ini disahkan.

Kemudian pilar kedua yaitu UUD 1945 akan ikut terkena dampaknya. Dalam UUD 1945 mengandung nilai yang sangat tinggi bagi bangsa dan negara Indonesia, sebab didalam pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara yaitu pancasila dan diperkuat melalui ketetapan MPR No. XVIII/MPR/1998, pada pasal 1 dinyatakan bahwa pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan undang-undang dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Keatuan Republik Indonesia. maka jikalau dasar negara mulai terancam retak, sudah dipastikan UUD 1945 juga akan ikut terancam retak.

Lalu di pilar ketiga yaitu NKRI. Masing-masing negara tentunya memiliki bentuk negara sendiri, dan NKRI adalah bentuk negara Indonesia. banyak pertimbangan yang dimiliki pendiri bangsa kita, yang paling utama karena adanya strategi devide at impera (pecah belah) yang membuat Belanda mampu menjajah kita hingga 350 tahun lamanya. Dan perlu kita sadari bahwa pecah belah dan adu domba sedang terjadi bahkan sering terjadi di Indonesia. Banyak berita-berita yang tidak benar (Hoax) muncul di masyarakat yang akhirnya membuat masyarakat terpecah belah. Salah satu contohnya saat pemilu serentak tahun 2019, banyak masyarakat yang termakan berita hoax yang akhirnya membuat saling benci dan bahkan pernah dikabarkan oleh media masa, bahwa telah terjadi pertumpahan darah diantara rakyat. Akhirnya dengan kejadian semacam ini, maka pilar ketiga kita akan menjadi ikut retak.

Dan terakhir adalah pilar ke Empat, yaitu bhineka tunggal ika yang artinya walau berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Maknanya walaupun berbeda suku, ras, dan agama, kita harus tetap hidup rukun dan memiliki sikap toleransi. Nah kita sudah mengetahui, bahwa banyak permasalahan toleransi di Indonesia, baik toleransi antar suku dan agama, banyak terjadi kericuhan. Salah satu kericuhan yang terjadi dimulai dari pembakaran tempat ibadah sampai perang antar suku yang membuat pilar ke empat kita tidak ada maknanya sama sekali dan menyebabkan pilar ke empat kita juga telah retak.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 yang mengatur tentang Kepemudaan adalah bentuk upaya dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi. Untuk itu, tanggung jawab dan peran pemuda di segala dimensi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju kedepannyaperlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.

Dari uraian yang telah penulis jelaskan, penulis dapat beropini bahwa kokoh atau tidaknya keempat pilar kebangsaan kita, itu tergantung dari diri kita sendiri. Sebab jika memang ke empat pilar kita telah retak maupun terancam retak, tugas kita adalah merawat dan memperbaiki keretakan yang ada, bukan malah menambah/membuat pilar-pilar ini menjadi semakin rapuh dan berujung roboh.

Kemudian perlu kita renungi bahwa bangsa Indonesia terlahir bukan hanya dari perjuangan 1 orang saja, namun Indonesia lahir dari jerih payah dan tumpah darah para pejuang kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia, untuk itu mari kita jaga bersama dan jangan sia-siakan perjuangan yang telah mereka hadiahkan.

Penulis juga berpendapat bahwa generasi sekarang diharapkan bisa menjadi generasi yang membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih maju kedepannya. Generasi milenial sekarang memiliki peranan penting untuk indonesiakedepan. Berkembang pesatnya globalisasi dan digitalisasi ini juga dapat menjadikan generasi ini unggul dalam mengembangkan kreativitas dan lebih mudah menghubungkan dirinya dengan dunia luar yang lebih besar kemajuan negara negara mereka.Selain kreativitas dan inovatif yang dimiliki generasi sekarang bertujuan untuk menanamkan dan membangun pondasi ideologi kebangsaan yang kuat maka generasi milenial sebagai penerus menjadi generasi yang berkualitas serta mencintai NKRI. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan