oleh

Pengakuan Residivis Kasus Narkoba: Hanya Bantu Teman Pak

BANGKA — Sepanjang bulan Januari 2020, Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka mengungkap empat kasus dugaan penyalahgunaan Narkotika.

Dari empat kasus tersebut, lima orang ditetapkan tersangka, dua di antaranya merupakan residivis kambuhan, yang sudah pernah dihukum karena kasus serupa.

Kelima tersangka yaitu inisial AN, AA, Res, Su, dan Hen.

Kepada Kabag Ops Polres Bangka, KOMPOL Faisal Fatsey, tersangka Res mengaku hanya membantu temannya yang minta tolong mengantarkan pesanan.

“Teman minta tolong bawa Extacy pas malam tahun baru. Kebetulan teman juga ada yang nawar waktu siang,” ungkap Res saat Press Realese di Mapolres Bangka, Senin (03/02/2020).

Res mengakui sudah dua kali masuk penjara. Namun dia berkilah sebagai bandar Narkoba.

“Saya hanya membantu pak. (Sebagai imbalan) Saya dikasih barang (shabu) untuk dipakai,” imbuhnya.

Tersangka AA juga mengakui sudah kedua kalinya ditangkap polisi dengan kasus peredaran narkoba.

Ketika ditanya kenapa tidak jera? AA mengaku lantaran pengaruh lingkungan.

“Faktor lingkungan pak,” akunya.

AA mengaku bukan karena mencari untung, dia juga bukan pengguna aktif. AA mengaku hanya membantu Dy, lantaran merasa berhutang budi.

“Yang pesan itu saudara Dy pak. Waktu itu pernah deket, Dy ini yang nanggung makan, semuanya, rokok. Jadi dia minta tolong, karena saya hutang budi, jadi saya tolong pak,” bebernya.

Ditegaskan KOMPOL Faisal Fatsey, bahwa hukuman tindak pidana penyalahgunaan narkoba itu cukup berat. AA mengakui sudah mengetahui ancaman hukuman berat tersebut.

“Sudah tau pak, kalau sekarang gak lagi pak,” tukasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed