oleh

Pengurus ATOMINDO Dilaporkan Ke Polisi?

PANGKALPINANG — Sejumlah pengusaha peleburan timah atau smelter, dikabarkan melaporkan pengurus Asosiasi Penambangan Timah Dan Pasir Mineral Indonesia (ATOMINDO) ke polisi.

Informasi yang diterima redaksi, setidaknya ada dua laporan polisi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, yang dilaporkan oleh HT alias Asin selaku perwakilan perusahaan CV. VIP, dan Sas, selaku perwakilan dari PT. SIP.

Kapolda Bangka Belitung melalui Kabid Humas AKBP Maladi, mengaku belum mengetahui adanya laporan pengaduan tersebut.

“Belum tahu infonya, coba tanya ke Krim um,” ujar AKBP Maladi via ponselnya, Senin (02/09/2019) siang.

Dikonfirmasi terpisah, HT alias Asin, selaku perwakilan CV. VIP, membenarkan pihaknya melaporkan pengurus ATOMINDO ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

“Ada pak, di Polda. Mereka cantumkan nama saya ikut kegiatan ke Presiden segala. Saya merasa tidak pernah diundang, dan saya tidak hadir. Nama baik saya, malu. Jadi saya ada kontrak kerja dari PT. Timah, saya dapat Surat Teguran dari PT. Timah. Saya kan ada MoU dengan Timah. Kalau saya tidak sesuai Undang-Undang, tidak sesuai perjanjian kerja, nanti (MoU) saya dicabut, karyawan saya gimana? Selama ini kan, saya perjuangkan untuk kesejahteraan karyawan saya supaya tidak di PHK. Dan saya dipercaya BUMN, di ACC saya kerjasama. Saya jalankan yang terbaik,” tutur Asin via ponselnya, Senin siang.

Berdasarkan data yang diterima redaksi, bahwa dalam surat ATOMINDO yang disampaikan ke kantor Kepala Staf Kepresidenan atau KSP, nama CV. VIP berada pada nomor urut 27. Asin pun membenarkan hal itu. Sementara PT. SIP berada di nomor 21.

“Iya, benarnomor 27, maka saya komplin, karena saya dapat teguran. Koq saya gak tahu hitam putih, koq dipanggil PT. Timah, surat teguran yang masuk,” tegasnya.

Asin mengakui, dirinya baru mengetahui nama perusahaannya ada dalam lampiran surat ATOMINDO ke KSP, setelah mendapat teguran dari PT. Timah.

“Iya, PT. Timah tegur saya, kan? Kalau PT. Timah tidak tegur, saya mana tahu? Berarti saya tidak setia, tidak sesuai MoU. Otomatis dia (PT. Timah) BUMN donk. Saya keberatan, itu pencemaran nama baik saya, dan saya dapat teguran dari PT. Timah, saya kecewa sekali,” tukasnya.

Menanggapi kabar pelaporan tersebut, Ketua ATOMINDO melalui Rudi Syahwani selaku Sekretaris, menyatakan akan menghadapi proses hukum atas laporan tersebut.

“Jadi intinya, sikap ATOMINDO sebagai warga negara yang baik, sebagai organisasi yang kami bentuk dengan niat yang baik, kami siap mengikuti proses hukumnya, atas laporan tersebut,” kata dia.

Rudi Syahwani mengatakan, latar belakang dibentuknya ATOMINDO sebagai asosiasi, untuk menaungi kelompok profesi, fungsinya adalah sebagai ruang aspirasi bagi kelompok yang bernaung dalam asosiasi itu.

“Asosiasi Penambang Dan Pengolah Mineral Indonesia itu kami bentuk, tujuannya sebagai penyuara, sebagai corong dari aspirasi para anggota terkait kepentingan-kepentingan dari para anggota itu sendiri,” jelasnya.

Dikatakannya, permasalahan yang dihadapi para anggota-anggota ATOMINDO yang terdiri dari para penambang, para pengusaha smelter dan industri timah hari ini, adalah mereka tidak bisa beroperasi. Menurut penuturan Rudi Syahwani, sudah hampir satu tahun, atau terhitung oktober nanti genap satu tahun perusahaan smelter tidak bisa beroperasi.

“Kami di ATOMINDO itu berusaha, bagaimana anggota kami bisa bekerja lagi? Permasalahannya ada dimana? Ternyata permasalahannya ada pada regulasi. Jadi yang kami perjuangkan, bagaimana regulasi itu bisa berpihak menguntungkan semua pihak, tapi tidak lantas mematikan industri yang sudah ada,” tuturnya.

Disinggung apakah seluruh perusahaan smelter timah di Bangka Belitung bersedia bergabung di ATOMINDO? Rudi Syahwani mengaku belum bisa menjawabnya.

“Untuk saat ini kami belum bisa merilis itu. Itu nantilah, ya?” tukasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed