BANGKA SELATANHEADLINE

Penyidikan Kasus Korupsi Pengadaan Seragam Linmas Terus Berjalan

×

Penyidikan Kasus Korupsi Pengadaan Seragam Linmas Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Kejaksaan Negeri Bangka Selatan memastikan proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian seragam Perlindungan Masyarakat dan atribut Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2020 di Kabupaten Bangka Selatan lalu terus berjalan.

“Yang perlu kami garis bawahi di sini masyarakat tidak perlu khawatir, proses ini masih terus berjalan on the track, tidak lari kemana mana. Cuma memang kita perlu waktu untuk menyelesaikan semua ini, baik itu kerugian negara ada berapa, itu semua harus kita pastikan secara detail,” ujar Kepala Seksi Intelijen Dody Prihatman Purba kepada KabarBangka.com, Kamis (22/7/21).

Diungkapkan Dody bahwa saat ini proses penyidikan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Bangka Selatan terus berjalan. Dia juga mengakui bahwa proses penyidikan kasus ini agak terhambat lantaran pandemi Covid-19. Salah satunya untuk memeriksa saksi di luar daerah saat pemberlakuan PPKM Darurat di Pulau Jawa.

“Jadi memang agak terhambat juga untuk pemeriksaan saksi-saksi yang dari luar daerah, mengingat kondisi pandemi Covid-19 dan PPKM darurat di Pulau Jawa, inilah yang menjadi kendala kita dilapangan,” jelas Dody seraya menambahkan pihaknya belum mengetahui siapa yang akan menjadi tersangka dalam pusaran kasus tersebut.

Adapun saksi – saksi yang telah mengembalikan uang atas dugaan tindak pidana korupsi itu, yaitu IK mengembalikan uang sebesar Rp 35 juta, saksi PA mengembalikan uang Rp 115 juta, dan saksi RK mengembalikan uang Rp 150 juta. Total yang diterima dari para saksi ini Rp 300 juta dan uang pengembalian tersebut disita dan dijadikan barang bukti di dalam persidangan.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Bangka Selatan sebelumnya telah memanggil 10 orang saksi untuk diperiksa terkait pelaksaan pengadaan lelang pakaian dinas Linmas dan atribut Satpol PP Bangka Selatan sebesar Rp 1,2 milliar yang diduga ada merugikan negara tersebut tidak sesuai ketentuan. 

“Telah diperiksa jumlah 10 orang, tahapan saat ini masih penyelidikan, pemeriksaan dilakukan secara terus-menerus dan bertahap,” ujar Dody Prihatman Purba kepada wartawan, Selasa (2/3/21) lalu.

Sementara itu Kepala ULP Kabupaten, Elfan Ruyadi menyatakan pengadaan tender sebesar Rp 1,2 miliar ini tidak melalui lelang ULP Kabupaten Basel namun melalui sistem Penujukan Langsung oleh Satpol PP Bangka Selatan. 

“Pengadaan langsung itu diluar kami. Jadi memang  sebelumnya pernah di tender bulan Agustus 2020 dan berjalanlah tender itu, sudah di umumkan termasuk pengawalan dan tiba-tiba ada surat pembatalan,” jelas Elfan kepada wartawan, Selasa (3/3/21). (Yusuf)

READ  Buntut Kasus Pembunuhan Brigadir Yushua, 25 Perwira Polri Dimutasi