oleh

Penyimpangan Sosial Di Kalangan Remaja

Penulis: Fika Kamalia
Mahasiswi STAINU Temanggung

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Nah, di kalangan inilah remaja sering dijumpai dengan perilaku menyimpang. Kelompok yang paling rentan dalam proses perilaku menyimpang adalah para remaja. Hal ini wajar saja terjadi karna, mereka memiliki karakteristik yang unik, yaitu dalam masa-masa labil, atau sedang pada taraf pencarian identitas, yang mengalami masa transisi dari masa remaja menuju status dewasa.

Hal ini ditanggulangi jika fungsi keluarga berjalan baik. Karna keluarga merupakan fungsi sosialisasi bagi anggota keluarga terutama anak. Karna, pertama kali anak mengenal akan aturan, norma dan tata nilai adalah didalam keluarga. Perilaku menyimpang pada hal ini biasanya memang berasal dari sifat bawaan atau dari keluarga misalnya orangtua yang terlalu sibuk, kurangnya komunikasi ataupun karna perceraian. Anak yang sudah merasa tidak nyaman dalam rumah biasanya akan terpengaruh lingkungan misalnya ajakan teman yang membuatnya melakukan hal negatif.

Kenakalan remaja yang kerap terjadi biasanya terdiri dari tawuran atau perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan minum-minuman keras, hubungan seksual atau seks pra nikah, dan tindak criminal. Remaja seharusnya menjadi masa depan sebuah bangsa, tapi banyak factor yang dapat mengakibatkan melakukanya berbagai aksi kenakalan remaja. Kenakalan remaja termasuk perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku ini tentu sangat merugikan dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Masa remaja merupakan masa yang rawan dimana, seseorang ingin mencobasegala sesuatau yang dilakukan oleh oranglain. Awalnya hanya melihat yang melakukan penyimpangan, mereka hanya ingin mencoba lama kelamaan kecanduan dan apa yang terjadi mereka akan melakukan penyimpangan. Biarpun memulai penyimpangan kecil tapi kalau telah merasa enak pasti akan mencoba yang lain walaupun hanya mereka aja yang kecanduan bilang itu enak, padahal nyatanya itu semua dapat merusak masa depan mereka dan tidak sadar apa yang telah dilakukan.

Dari melakukan penyimpangan dapat juga melakukan penyimpangan yang lainya. Misalnya, penyimpangan narkoba, tapi dia ada uang untuk membeli dan pasti dia akan melakukan kejahatan kepada orang lain, dan akan melakukan tindakan kriminal. Karena remaja yang bergaulnya kurang benar pasti dia akan ketempat nongkrong yang didalam banyak orang yang melakukan penyimpangan.

Biarpun seandainya dia adalah orang yang baik tapi ketika akan terjun ketempat seperti itu yaitu, ketempat orang yang kurang benar dia pasti akan ikut juga dengan apa yang dilakukan disana. Dan akan melakukan penyimpangan dia menolak kali pasti dia akan dikemooh dan dihina, kemudian pastinya akan dikucilkan di tempat itu. Jadi dia pasti mau melakukan penyimpangan itu, walaupun awalnya cuma pura-pura agar dia tidak dikucilkan, tapi lama-lama merasakan enak nyaman dengan penyimpangan dan melakukan penyimpangan itu terus menerus, dan akan kecanduan.

Karena memang teman-teman yang ada di dalam lingkup permainanya pun bisa menjadi pemicu kenakalan pada usia remaja ini. Dengan dalih masih setia kawan, remaja mudah yang masih labil mudah sekali terpengaruh pada hal-hal negatif yang dilakukan oleh temanya.

Semoga para pihak yang berwewenang harus segera mengatasi atau mencegah hal-hal tersebut karna apa? Jika tidak begitu mereka akan tetap melakukanya sampai kapanpun. Mereka harus memberantas semua remaja yang nongkrong di tempat-tempat tertentu dan menangkapnya jika ada yang diberikan sanksi agar para remaja jera.

Misalnya, pemerintah memberikan denda kepada remaja yang nongkrong ketempat-tempat tertentu agar bisa lebih tau pemerintah bisa memerankan orang lain untuk melihat gerak gerik remaja yang nongkrong. Apakah dia melakukan penyimpangan atau tidak. Jika melakukan pihak berwenang harus segera dating dan menangkap mereka dan diberi sanksi atau suatu jera yang akan tidak melakukanya dan jika mereka melakukanya mereka harus diberi hukuman seberat beratnya.

Kenakalan remaja merupakan perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum, dan berbuat diluar batas yang dapat merugikan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan juga oranglain. Kenakalan ini merupakan gejala patologis social pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabdian social yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang.

Kehidupan remaja pada masa kini memang sangat memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan bangsa dan negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Oleh karna itu, kami sebagai remaja yang berpendidikan sadar bahwa kenakalan remaja harus dihilangkan. Perilaku “nakal” remaja bisa disebakan oleh faktor dari remaja itu sendiri maupun dari luar. Misalnya, kontrol diri yang lemah: seorang remaja yang sudah mengetahui perbedaan dua tingkah laku yakni baik dan huruk, tapi tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuanya. Bisa juga karena faktor keluarga atau perceraian orangtua, perselisihan antar keluarga dapat memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah dikeluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan Pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadikan penyebab terjadinya kenakalan remaja.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak nakal selalu dicap/ diberikan label nakal. Di Indonesia, banyak orangtua yang ingin berbasi-basi dengan tamunya, sehingga ketika anaknya muncul di ruang tamu, ia mengatakan pada tamunya ,” ini lho, mbakyu, anak saya. Badanya gemuk, tapi nakalnya bukan main-main”. Kalau terlalu sering anak di beri label seperti itu, maka ia akan jadi betul-betul nakal. Jadi bagi orangtua, jangan sekali-kali memberikan label yang tidak baik bagi anak karna, dapat memberikan pengaruh negatif bagi anak. Pendidikan yang salah pun bisa menjadi pemicu perilaku negatif bagi remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti trerlalu memanjakan anak, tidak memberikan Pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

Dalam hal ini, peran orangtua memang sangat penting, orangtua harus mendidik anak anak dengan sebaik mungkin, jangan sampai orangtua telat mendidik anak karna sibuk bekerja. Pendidikan bukan hanya ada di sekolah saja tetapi Pendidikan itu bisa dengan membimbing anaknya kepada norma-norma agama dan adab sopan santun dalam kehidupan nanti di masyarakat. Upaya ini bisa juga dicegah dengan cara pertama, memberikan contoh yang baikbagi anak-anaknya. dengan pemahaman agama yang baik biasanya akan mencegah anak untuk melakukan penyimpangan sosial. Kedua, menanamkan nilai-nilai disiplin, moral spiritual, agama kepada anak didiknya. Mendukung anak didiknya dalam mengembangkan potensinya di jalur positif. Ketiga, terapkan sanksi sosial kepada masyarakat yang melanggar norma-nora sosial. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan