HEADLINEKABAR DPRD

Perda Nomor 18 Tahun 2017, Payung Hukum Perberdayaan Kepemudaan

×

Perda Nomor 18 Tahun 2017, Payung Hukum Perberdayaan Kepemudaan

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Adet Mastur, berharap peran pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Pemuda, kata Adet, merupakan generasi calon pemimpin bangsa. Untuk itu, tanggungjawab suatu daerah berada di pundak para pemuda dan pemudi. Diharapkan peran kepemudaan terus maju dan diberdayakan seoptimal mungkin, agar pembangunan suatu daerah dapat maksimal.

“Beban pemuda-pemudi dalam pembangunan itu sangat besar dan berat. Tapi dengan semangat kepemudaan, persatuan dan kesatuan pemuda, saya yakin semua bisa diatasi,” ungkapnya dalam kegiatan penyebarluasan Perda Nomor 18 tahun 2017 Tentang Pelayanan Kepemudaan di kediamannya di Desa Teru, Kabupaten Bangka Tengah, Jum’at (5/11).

Menurutnya, Perda Nomor 18 Tahun 2017 ini hadir sebagai payung hukum pemberdayaan kepemudaan, sekaligus sebagai wadah yang menopang segala aktivitas kepemudaan di Bangka Belitung.

“Di kampung-kampung tentu ada organisasi kepemudaan seperti karang taruna, Irmas atau klub-klub olahraga. Organisasi-organisasi ini yang menjadi objek dalam membina dan memberdayakan para pemuda,” bebernya.

Adet menuturkan, tidak hanya pemberdayaan kepemudaan secara mandiri, namun pemberdayaan organisasi kepemudaan juga termasuk sebagai poin yang diatur dalam Perda ini.

“Organisasi-organisasi ini yang dibina, supaya muncul para pemuda-pemudi yang berakhlak mulia, inovatif, dan yang mempunyai potensi bisa menunjukkan potensinya,” tuturnya.

Dalam perda ini, lanjut Adet, juga mengarahkan para pemuda untuk menjadi seorang pemimpin, serta mengoptimalkan kewirausahaan di tingkat pemuda.

Pemuda sebagai agen perubahan, diharapkan mampu menjadi seorang calon pemimpin di masa depan, dan juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam sektor kewirausahaan, khususnya di Desa, ada perkebunan, sampai ekonomi kreatif. Semuanya dibina dan diatur sedemikian rupa di Perda ini melalui dinas terkait,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemprov Babel, Harun, mengaku Perda ini sangat dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan kepemudaan. Termasuk untuk sektor kewirausahaan, ia mengungkapkan bahwa dinas rutin melaksanakan pelatihan kewirausahaan.

“Pelatihan disamping peningkatan keterampilan, juga sebagai mitra dan akses pemasaran. Anak-anak lulusan SMA/SMK yang perlu pelatihan bisa menghubungi kami, akan kami fasilitasi. Semua kegiatan di dasari dari Perda ini,” demikian Harun. (*)

Sumber : Publikasi Setwan