oleh

Perkara Griya Herbal Tahap II, Tersangka Di Tahan Di Rutan

 33 total views

PANGKALPINANG — Penyidik Sub Direktorat Tindak Pidana Industri Dan Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, melimpahkan dua tersangka berikut barang bukti perkara praktik pengobatan alternatif yang diduga ilegal kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Kamis (24/01/2019) siang.

Ilham (31) dan Hen (31), diamankan polisi di tempat praktik pengobatan alternatif Griya Herbal, di kawasan Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, pada akhir September 2018 lalu.

Pengobatan alternatif degan menggunakan bahan herbal ini dihentikan kegiatannya oleh anggota Subdit Indag Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung Rabu (26/09/2018) lalu, karena diduga tidak memiliki izin praktek dan penggunaan alat serta obat dan jamu tanpa izin resmi.

Kedua orang tersangka itu punya peran masing – masing. Ilham sebagai penanggung jawab, dan Hen berperan sebagai petugas therapy.

Keduanya dijerat dengan pasal Pasal 197 atau Pasal 199 Undang – Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 5 tahun.

Kedua tersangka juga diduga melanggar Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat 1 huruf f dan i Undang – Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara juga lebih dari 5 tahun.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain 1.246 butir kapsul, 15 bungkus jamu, serta sejumlah peralatan kesehatan dan alat kesehatan alternatif.

Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Komisaris Besar Polisi Mukti Juharsa, melalui Pejabat Sementara Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Industri Dan Perdagangan Kompol Wahyudi Rahman menyatakan, berkas perkara kedua tersangka sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Karena itulah, sambung Kompol Wahyudi Rahman, hari ini kedua tersangka berikut barang bukti perkara tersebut akan segera dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Untuk perkara Griya Herbal berkas perkaranya sudah P21, hari kita limpahkan (Tahap II) ke Kejaksaan,” ungkap Kompol Wahyudi Rahman di Mapolda BabeL, Kamis pagi.

Kepada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Aditia Warman, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Dan Hubungan Masyarakat Roy Arland, membenarkan kabar adanya proses Tahap II perkara tersebut.

“Iya, ada, lagi proses Tahap II,” ujar Roy Arland di ruang kerjanya, Kamis siang.

Masih kata Roy Arland, kedua tersangka tetap dilakukan penahanan Rumah Tahanan.

“Tersangka tetap di tahan di Rutan,” imbuhnya.

Usai proses Tahap II, Ilham yang merupakan salah satu tersangka, mengakui kesalahannya.

“Ya, merasa salah. Kita buka usaha (praktik pengobatan alternatif Griya Herbal) belum ada izin. Itu kesalahan kita,” ungkap Ilham saat berada di dalam Mobil Operasional Kejati Babel, Kamis siang.

Selain itu, masib kata Ilham, mereka juga mengaku bersalah karena mengedarkan atau menggunakan obat – obatan yang belum memiliki sertifikat layak edar dari Badan Pemeriksa Obat Dan Makanan.

“Selain itu, ada juga obat – obatan yang belum ada (Sertifikat) Badan POM,” jelasnya.

Kedua tersangka juga mengakui kesalahannya, sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan di kepolisian. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed