oleh

Perkembangan Kawasan Industri Ketapang Akan Dievaluasi

 19 total views

PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Depati MA. Gandhi mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait perkembangan kawasan industri di Ketapang, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.

Dikatakannya, DPRD akan mengevaluasi perkembangan kawasan industri di ketapang ini, dengan berkoordinasi dgn stakeholder terkait.

“Jika memungkinkan, kita mengupayakan terbukanya industri perkapalan dan galangan kapal di sekitar ketapang. Industri perikanan dan tambak juga memungkinkan. Pemerintah perlu kajian matang mana yang akan menjadi fokus industrinya. Sehingga investor mendapat informasi yang realiatis. Namun, ini kan berbicara investasi besar, investor pun akan penuh pertimbangan,” ungkap Gandhi, Sabtu (03/08/2019).

Ia mengatakan, sedari awal dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012 Tentang RTRW Kota Pangkalpinang, kawasan Ketapang memang sengaja diperuntukkan sagai kawasan industri dan pergudangan.

“Bahkan kawasan ini sempat mengalami kejayaan dikala industri smelter Timah sedang pesat-pesatnya. Saat ini, sejalan dengan menurunnya produksi pertimahan swasta, otomatis mempengaruhi kelangsungan hidup smelter dikawasan tersebut. Beberapa smelter bahkan tutup, dan sebagian lagi terkesan hidup segan mati tak mau,$ kata Gandhi.

Menurutnya, kondisi tersebut tak lepas dari bergantungnya pada biji timah, sebagai penggerek utama ekonomi. Sepanjang berdirinya kawasan Ketapang, hanya timah dan lada yang terbukti mampu menjadi panglima ekonomi yang pada gilirannya memiliki multiplier effect ke sendi-sendi ekonomi yang lainnya.

“Membangun kawasan industri tak lepas dari komoditi apa yang ingin dikelola. Pangkalpinang sebagai ibukota provinsi berkarakter kepulauan, tentu saja bergantung dengan kabupaten di sekelilingnya. Selama ini kita belum mampu mengangkat derajat ekonomi kita paska tambang. Sebagai kota yang menisbatkan diri sebagai kota jasa, sangat tergantung dengan industri. Kita melihat kurun 2-5 tahun kedepan, jika tidak ada komoditi unggul yang fokus dikembangkan, maka ekonomi warga akan mengalami stagnasi,” jelasnya.

Masih kata Gandhi, saat ini tidak ada pertumbuhan penduduk signifikan paska tambang di Pangkalpinang. Pertumbuhan penduduk salah satu sumber perubahan sosial ekonomi dan politik.

“ Efeknya pasti ke pengembangan kawasan industri Ketapang yang melamban. Berbicara investasi di kawasan industri Ketapang tanpa komoditi unggul yang fokus, kita kira agak klise hari ini,” imbuhnya.

Lanjutnya, mereka akan menilai nilai strategis dan ekonomisnya, mulai dari keamanan, ketersediaan lahan, nilai ICOR. Kawasan ini akan hidup jika di dalamnya terdapat geliat ekonomi, terdapat manusia-manusia yang produktif.

“Saya kira ini PR bersama seluruh elemen Babel mengupayakan industri perkapalan ini. Apalagi kita punya visi kebaharian. Tentu hal ini lebih realistis ketimbang membangun jembatan penghubung kepulauan dengan daratan Sumatera,” demikian Gandhi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed