BANGKA SELATANHEADLINE

Pj Sekda Basel Buka Kegiatan Penerapan Manajemen Kinerja KASN

×

Pj Sekda Basel Buka Kegiatan Penerapan Manajemen Kinerja KASN

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN – Bupati Bangka Selatan yang diwakili Pj Sekda, Achmad Ansyori membuka sekaligus mengikuti kegiatan sosialiasi penerapan manajemen kinerja, tata cara pengisian JPT pratama dan penegakan disiplin PNS oleh Komisi Aparatur Sipil Negara, Kamis (17/6/21).

Sosialisasi yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan di kantor Seketariat Pemkab tersebut, diisi dengan dua materi yang disampaikan oleh Komisioner KASN, Rudiarto Sumarwono dan Asisten Komisioner, H Jhon Ferianto.

Achmad Ansyori mengatakan, diharapkan dengan kehadiran KASN dapat mencegah terjadinya pelanggaran dan penyelewengan manajemen sumberdaya aparatur seperti mutasi, prmosi dan pemberhentian yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selain itu, menekan pelanggaran-pelanggaran yang mungkin terjadi karena ada ASN yang ditempatkan yang tidak sesuai kompetensi,kinerja dan kualifikasi dalam menduduki jabatan. Tujuan pelaksanaan sistem merit dapat berjalan dengan baik sesuai dengan norma,standar,prosedur dan kriteria,” kata Ansyori.

Ansyori menyebutkan, dengan prinsip profesionalisme, objektivitas, netralitas serta bebas dari berbagai intervensi, di era milenial dibutuhkan 5 K, yaitu kualifikasi, kompetensi, kinerja, karakter dan kontribusi. Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuan sumber daya aparatur yang handal dan professional.

“Sehingga mampu menciptakan iklim birokasi yang berintegritas dan berkinerja tinggi, oleh karena itu dibutuhkan karakter dan mindset aparatur Negara yang dapat mengambil peran dalam perbaikan tata kelola pemerintah yang baik atau Good Governace,” ujar Ansori.

Sementara itu, Komisioner KASN, Rudiarto Sumarwono mengatakan kegiatan penting sekali diikutin untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pejabat ASN terkait aturan perundang-undangan tentang kepegawaian.

“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman ASN, salah satunya tentang pengisian jabatan dan penanganan pelanggaran. Tujuanya agar dalam pengisian JPT dapat berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan serta meminimalisir pelanggaran,” tegasnya. (Yusuf)