HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Polda Babel Tangani 1.444 Kasus Tindak Pidana, 71 Persen Selesai

×

Polda Babel Tangani 1.444 Kasus Tindak Pidana, 71 Persen Selesai

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Drs. Yan Sultra Indrajaya mengungkapkan, sepanjang tahun 2021 ini Polda Babel menangani 1.444 kasus tindak pidana, sekitar 71 persen di antaranya sudah selesai.

“Kalau melihat dari situasi kamtibmas, tahun lalu sebanyak 1846 kasus tindak pidana, tahun ini menjadi 1444 kasus. Untuk penyelesaiannya juga terjadi peningkatan. Yang tahun 2020 itu 65 persen, kemudian di tahun 2021 menjadi 71 persen,” ungkap Irjen Pol Yan Sultra, pada konferensi pers akhir tahun yang digelar di Gedung Tribrata Polda Babel, Kamis (30/12).

Lanjutnya, untuk kejahatan-kejahatan lainnya seperti kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan, maupun pencurian biasa masih mendominasi dari tahun sebelumnya.

“Kemudian kejahatan konvensional apa saja yang menjadi tren di tahun 2021, masih didominasi oleh curat atau pencurian dengan pemberatan. Angka di tahun 2021 mencapai 215 kasus curat, kemudian pencurian biasa atau curas 192 kasus,” bebernya.

Selain itu, juga terjadi peningkatan pada kasus penganiayaan, penipuan maupun penggelapan di wilayah Polda Kepulauan Bangka Belitung ini.

“Kemudian juga kasus penganiayaan juga masih tinggi, sebanyak 91 kasus. Yang juga mungkin tinggi dari tahun 2020 adalah kasus penipuan dan penggelapan. Awalnya 49 kasus, menjadi 126 kasus,” jelasnya.

Masih kata kapolda, untuk pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

“Kemudian untuk data pelanggaran lantas, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti penilangan, ini cukup meningkat. Di tahun 2020 itu 22.879 tilang, di tahun 2020 menjadi 25.305 tilang, atau naik menjadi 3426 tilang,” imbuhnya.

Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam berkendara perlu ditingkatkan, agar pelanggaran yang dilakukan mengalami penurunan.

“Kalau dilihat dari kasus ini, bahwa kepatuhan masyarakat masih harus ditingkatkan. Karena masih banyaknya tilang yang dilakukan, berarti terjadi banyak pelanggaran yang dilakukan,” pungkasnya. (Iqbal)