HEADLINE

Polisi Datang, Penambang di Teluk Kelabat Menghilang

16
×

Polisi Datang, Penambang di Teluk Kelabat Menghilang

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Polres Bangka beserta Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, kembali melakukan penertiban tambang ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam, Senin (6/6).

Dengan menggunakan 6 unit speed lidah serta 1 unit Kapal Patroli milik Direktorat Polairud Polda Babel, ratusan personil gabungan itu menyusuri perairan Teluk Kelabat Dalam, mulai dari Pulau Mengkubung, Pulau Dante, hingga Tanjung Sunur.

Namun petugas tidak menemukan aktivitas penambangan di seputar perairan Teluk Kelabat, lantaran diduga informasi sudah bocor duluan. Meski tidak ada aktifitas penambangan, berdasarkan pantauan masih ada puluhan Ponton Isap Produksi yang terparkir di sepanjang perairan itu.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops Polres Bangka AKP Capt Yordansyah mengungkapkan, penertiban ini dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang kerap kali mengeluh terkait kegiatan penambangan itu.

” Yang pasti adanya laporan masyarakat terkait penambangan di Teluk Kelabat Dalam, Sunur dan sekitarnya. Sebelumnya sudah menjalankan himbauan, adanya aduan masyarakat jadi kita lakukan penertiban, sesuai perintah Pak Kapolda,” ungkap Yordan Senin petang di pelabuhan Mantung Kecamatan Belinyu.

Yordan tak menampik informasi penertiban ini diduga bocor duluan. Sebab tidak ditemukan aktifitas penambangan.

” Tadi setelah kami turun, tidak ada kegiatan penambangan, diduga sudah bocor informasinya. Tapi jika ada ditemukan yang bekerja nanti kita lakukan penindakan,” bebernya.

Meski tidak ada aktifitas penambangan ilegal, Polisi pun memasang spanduk larangan menambang disejumlah titik, salah satunya di pos penimbangan di wilayah Tanjung Sunur.

Ju dan Az, kedua orang yang berada di pos penimbangan tersebut mengatakan, kegiatan penambangan sudah berhenti sejak kemarin.

” Saya cuma ikut kerja di sini. Kalau berhentinya dari kemarin sudah berhenti, hari ini nggak ada yang kerja,” ungkap Ju dan Az.

Keduanya mengaku tidak mengetahui adanya penertiban ini. Namun mereka hanya mengatakan kegiatan itu sudah berhenti.

Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melalui Kasubdit Patroli AKBP Andreas Purwanto mengatakan, 45 orang personil diterjunkan dalam penertiban ini.

” Ada 45 orang plus yang di kapal yang diturunkan hari ini,” ujarnya.

AKBP Andreas menghimbau kepada para penambang, untuk tidak bekerja di lokasi yang tidak diizinkan.

” Yang pasti kami menghimbau kepada penambang, untuk tidak melakukan penambangan di lokasi terlarang. Ya, akan dilakukan penindakan jika terjadi itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Pangkalniur Gunawan, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Senin malam membeberkan, beberapa hari lalu sebanyak ratusan ponton isap produksi bekerja mencari timah di seputar perairan Tanjung Sunur.

” Kalau kemarin, sekitar tanggal 02, ratusan ponton kerja. Itulah anehnya, masa sekarang tiba-tiba nggak ada yang kerja,” kata Gunawan.

Selama kegiatan tersebut berjalan kata Gunawan, pihak Desa sendiri tidak pernah menerima dalam bentuk kompensasi apapun.

” Kalau kompensasi, jujur saja nggak ada. Kami dari Desa tidak menerima itu, karena apa? Sifatnya ilegal. Nah, kalau kompensasi ke warga silahkan saja cek ke warga. Kalau ke Desa ataupun jadi PADes itu nggak ada,” kata dia.

Sementara Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan, saat dikonfirmasi via pesan WhatsAppnya mengatakan, upaya penertiban ini karena adanya penambangan timah secara ilegal yang dilakukan oleh oknum masyarakat.

” Upaya yang dilaksanakan adalah kegiatan penertiban terhadap penambangan timah ilegal oleh oknum masyarakat. Yang sudah semakin mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” tulis Indra.

Indra mengatakan tidak ada potensi konflik yang terjadi. Namun kata dia, dalam dunia penambangan ilegal sering kali dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk untuk menjadi hasil kepentingan pribadi.

” Allhamdulillah, tidak ada potensi konflik, karena pada dasarnya masyarakat sama-sama berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hanya saja ada oknum masyarakat yang memanfaatkan situasi dan perlu ditertibkan,” demikian Indra. (Randhu)