oleh

Polres Bangka Edukasi Masyarakat Lewat FGD

 13 total views

BANGKA — Guna memberikan pemahaman terhadap Mahasiswa, Kepolisian Resort Bangka menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Paham Radikalisme dan Nasionalisme. Optimalisasi Pencegahan Paham Radikalisme khusus (ISIS), guna menjaga Nasionalisme dan Kebinekaan dalam rangka terwujudnya stabilitas Kamtibmas yang kondusif. Kegiatan bertempat di Ballroom Hotel ST-12 Sungailiat, pada (19/02/2020).

Kegaiatan dihadiri oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Ketua DPRD Bangka Iskandar, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Jeffri Huwae, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Bangka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono menyampaikan, Polres Bangka bersama dengan para stakeholder akan bersama-sama dalam menjaga NKRI, dalam upaya pencegahan masuknya paham radikalisme di Bangka Belitung.

“Menjaga komitmen Kebhinekaan dan nasionalisme dalam rangka terwujudnya Kamtibmas yang kondusif di Bumi Serumpun Sebalai. Artinya bahwa Polres Bangka komitmen bersama dengan stakeholder terkait, untuk sama-sama menjaga agar tidak dapat masuk dan tumbuh berkembangnya paham radikalisme dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, persoalan radikalisme adalah persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Persoalan masalah radikalisme ini menjadi persoalan bersama, yang harus di kerjakan secara bersama-bersama juga. Dan dalam upaya pencegahan, Polres Bangka memberikan edukasi pada masyarakat, kepada kelompok masyarakat, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tidak paham terkait dengan masalah radikalisme, serta mencegah adanya sikap-sikap yang terlalu berlebihan,” bebernya.

Sementara itu, Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat menambahkan, mahasiswa sekarang adalah menjadi jalan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat di sekitarnya. Sehingga apa yang telah dilakukan oleh para ISIS atau kelompok radikal, merupakan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan negara.

“Kita mengharapkan mahasiswa menjadi agen kita untuk memberikan kepada rekan-rekannya, keluarganya ataupun lingkungannya, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh mereka (ISIS-red) yang sedang berada di luar itu (Suriah-red), apa yang telah dilakukan mereka yang mangatasnamakan agama untuk kepentingan pribadi itu sia-sia, dan itu bertentangan dengan komitmen kebangsaan kita Negera Kesatuan Republik Indonesia,” kata Dia. (Sholihin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed