oleh

Polymerase Chain Reaction Tiba Di Pangkalpinang

PANGKALPINANG — Akhirnya, Polymerase Chain Reaction atau PCR yang diharapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bekerja sama dengan Nasional Hospital Surabaya, tiba di Pangkalpinang.

Sebanyak tujuh koli fasilitas kesehatan tersebut, tiba di Pangkalpinang hari Jumat (17/4/2020) malam, sekitar pukul 22.40 WIB. Faskes itu dibawa pesawat jet tipe Hawker 400 milik PT Elang Lintas Indonesia, dengan nomor penerbangan 14536/ pam/ 0414/ 2020, serta tanda daftar atau nama panggilan PK-ELJ, diterbangkan pilot Capten Machmudin serta kru sebanyak 12 orang.

Kedatangan fasilitas kesehatan untuk menangani pemeriksaan Swab terkait Covid-19, ditunggu sejumlah pihak yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Babel, di terminal kargo Bandara Depati Amir.

Pantauan tim di lapangan, pesawat pribadi tersebut setibanya di Bandara Depati Amir, langsung mengambil posisi di dermaga lima untuk pemindahan muatan ke truk logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel dibawah pengamanan Avsec Bandara z Depati Amir, TNI-AU, anggota kepolisian serta anggota TNI-AD.

Usai pemindahan barang, kemudian dilanjutkan penyimpanan fasilitas kesehatan tersebut ke rumah dinas Gubenur Babel, dengan penempatan pengamanan oleh nggota Satpol PP.

“Fasilitas pemeriksaan Swab PCR ini ada tiga komponen utama dengan beberapa komponen pendukung, yang utama adalah PCR nya sendiri, kemudian Reagent yaitu cairan Covid yang bisa dicombain untuk memastikan orang terkonfirmasi positif atau negatif, lalu Kipswab nya,” ungkap Perwakilan Nasional Hospital Surabaya, Rahmat Agustiar di Pangkalpinang, Jumat (17/4/2020) malam memindahkan peralatan di Rumah Dinas Gubenur Babel.

“Nah, saat ini sejumlah daerah kesulitan mendapatkan Reagent ini, sebab masing-masing negara menutup akses keluar, apalagi mereka juga sedang membutuhkannya,” ujarnya.

Patut disyukuri, karena Provinsi Babel bisa mendapatkan Reagent komplit dengan Kipswabnya sebanyak 4.000 unit, sehingga Babel bisa mempercepat proses pemeriksaan Swab bagi pasien disini.

“Daerah lain boleh memiliki PCR nya, tapi tanpa ada Reagent dan Kipswab ini tidak bisa bekerja. Mereka bisa memesannya, tapi untuk mendapatkannya bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, setelah jalur distribusi ditutup pemerintah,” jelas Rahmat.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Ir. Soekarno Babel, dr Armayani Rusli, mengatakan terkait tenaga medis yang Pemprov Babel juga sudah menyiapkan tim medis yang akan bertugas di Klinik Pratama sebanyak 39 orang. Petugas medis ini memang memiliki sertifikasi, dan sudah mendapatkan pelatihan beberapa waktu lalu.

Tenaga medis disiapkan untuk melakukan pemeriksaan ini, termasuk untuk mengambil sampel Swab pada masing-masing pasien.

“Tenaga medis ini direkrut dari seluruh rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Babel, mereka siap bekerja demi masyarakat,” jelas dr Armayani.

Fasilitas pemeriksaan Swab PCR yang disiapkan Pemprov Babel ini bisa menghasilkan 1.000 sampel per hari, dalam rentang waktu 1,5 jam alat tersebut bisa memeriksa 96 sampel dengan keakuratan hasil 99,90 persen.

“Kalau Rapid Tes kan belum pasti, keakuratannya hanya 30 – 60 persen saja, dengan adanya Swab PCR ini maka bisa diketahui 99,90 persen,” paparnya.

Peralatan Swab PCR, saat ini sudah ditempatkan di Klinik Pratama Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel yang berlokasi di belakang kantor Gubenur Babel, saat ini petugas terus mempersiapkan segala hal, supaya pemeriksaan Swab PCR mandiri yang dilaksanakan Pemprov Babel dapat segera dilaksanakan secepatnya. (*)

Reporter: Romlan
Sumber : covid19.babelprov.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed