HEADLINE

Ponton Luar Ditolak Masuk Kianak

×

Ponton Luar Ditolak Masuk Kianak

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Sejumlah nelayan Dusun Rambang, Desa Berbura, Kecamatan Riausilip, sepakat menolak tambang apung yang berasal dari luar wilayah mereka, untuk melakukan penambangan di perairan Pulau Kianak.

Sebelumnya dikabarkan, perairan Kianak sudah dilakukan penambangan dan disepakati oleh masyarakat setempat.

Yustam, Ketua Nelayan Dusun Rambang mengatakan, pihaknya menolak jika ada ponton asing yang masuk ke wilayah itu.

Menurut dia, saat ini yang melakukan kegiatan tambang disitu adalah masyarakat setempat, sebanyak 21 unit ponton. Namun saat ini jumlah ponton bertambah kurang lebih 10 unit, yang tidak diketahui pemiliknya.

” Ini kan ada tambang baru, kami nggak tahu, tiba-tiba bekerja. Kami nggak bisa kayak gitu, kalau bisa dapat diusir itu. Yang baru ini nggak tahu pegangan siapa dan punya siapa? Ada 10 unit yang baru ini,” ungkap Yustam di Dusun Rambang, Selasa (07/09) siang.

” Kalau rombonga lama itu warga sini yang kerja, Punya warga ada 21 ponton warga Berbura dan Pangkal niur,” tambahnya.

Sementara Usian, Ketua Forum Pecinta Pulau Kianak mengatakan, para nelayan ini mengaku sudah kerap melakukan penolakan, bahkan hingga berujung anarkis.

Namun karena merasa sudah kerap melakukan seperti itu, mereka hanya pasrah dengan keadaan, sembari berkecimpung.

” Sudah malas, demo, berkelahi, dari hati nurani sayang sama Pulau Kianak. Tapi mau bagaimana lagi? Yah nyantinglah kalau jalan sembari nyari tambahan,” kata Usian.

Sementara Darman, salah satu warga setempat, mengaku selama ini tambang apung yang dijalani masyarakat Berbura dan Pangkalniur memberikan kontribusi kepada masyarakat.

” Ada kontribusi buat nelayan, uang kompensasilah ke kampung. Rencana ada juga untuk pembangunan, dan kami sepakat ponton luar dak boleh,” tegasnya. (Randhu)