HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Ponton Penambang Dicari Hingga Ketempat Persembunyian

×

Ponton Penambang Dicari Hingga Ketempat Persembunyian

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Para penambang timah ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam tidak bisa lagi beraktivitas dengan tenang, setelah aparat penegak hukum yang dimotori Polda Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan penertiban.

Tim Gabungan yang berjumlah 170 personel, terdiri dari anggota Polda Babel, Lanal Babel, Polres Bangka, Polres Bangka Barat, Kodim Bangka dan Kodim 0431 Bangka Barat hari ini, Senin ( 9/8 ), melakukan penertiban sejumlah ponton yang masih terlihat mengapung di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Penertiban dilakukan Tim Gabungan dengan cara menyisir perairan Teluk Kelabat Dalam menggunakan speed boat patroli serta speed boat milik nelayan setempat.

Karo Ops Polda Kepulauan Babel, Kombes Pol. Sihar Matogu Manurung, S.H., yang memimpin kegiatan mengatakan, jumlah ponton yang beraktivitas sudah melebihi angka 700. Padahal berdasarkan SPK yang dikeluarkan PT. LSM yang mengantongi IUP, seharusnya ponton yang bekerja hanya 70 unit saja.

Menurut Sihar Matogu, sebelumnya para penambang sudah diberikan imbauan dan jumlah ponton sudah berkurang serta telah menepi ke pantai, namun tim tetap berpatroli guna memastikan para penambang tidak akan beraktivitas lagi secara diam – diam.

” Untuk memastikan kembali kami akan turun patroli tempat – tempat persembunyian kapal tersebut. Apabila kita temukan akan kita imbau kembali akan kita police line agar mereka tidak bergerak, karena terus terang ini biasanya kucing – kucingan,” kata Sihar.

” Jadi kita betul – betul akan menindak apabila dia melakukan penambangan. Tindakan yang akan kita lakukan adalah menarik kapal tersebut kita akan kumpulkan di Bangka induk maupun di Bangka Barat,” sambungnya.

Sihar mengatakan penertiban akan dilakukan selama 7 hari. Tahap pertama dan kedua, pihaknya melakukan patroli. Pada tahap ketiga nanti pihaknya akan melakukan penertiban di wilayah Tanjung Rhu, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga sesuai SPK yang dikeluarkan PT. LSM.

” Selebihnya tidak ada SPK kita akan lakukan tindakan pengusiran,” tukasnya.

Dikatakan Karo Ops, penertiban ini dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya aktivitas penambangan di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Selain itu, penertiban dilakukan setelah rapat yang digelar Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Babel, Bangka dan Bangka Barat yang memutuskan untuk menertibkan aktivitas penambangan ilegal di Teluk Kelabat Dalam.

” Jadi semua harus satu suara. Kalau berada di daerah yang bukan pertambangan maka kita akan kita usir. Harapan kita tidak ada lagi konflik sosial ke masyarakat antara nelayan dengan penambang. Kemarin kita sudah sampaikan aspirasi masyarakat nelayan bahwa mereka tidak akan protes selagi dilakukan ada SPK dan di wilayah yang telah ditentukan,” ujar Sihar. ( SK )