oleh

PPDB Sistem Zonasi Harus Dievaluasi

PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, menyarankan agar Komisi IV bersama dinas terkait membuat kajian, jika ingin mengevaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi.

Saran itu disampaikan Herman Suhadi, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat terkait Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi, bersama Komisi IV dan Dinas Pendidikan Pemprov Babel, di Ruang Badan Musyawarah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (16/9).

Pada kesempatan itu, Ia juga turut menyampaikan hasil kunkernya ke beberapa sekolah untuk ditindaklanjuti dinas.

“Komisi IV buat kajian jika ingin mengusulkan evaluasi sistem zonasi, himpun kajian dan saran masyarakat,” kata Herman Suhadi.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV, Ustadz Dede Purnama Al Zulami mengatakan, Komisi IV berharap sistem zonasi bisa dikaji kembali.

Pasalnya, hal ini dapat meghambat para siswa yang mau masuk sekolah unggulan, namun tidak tercover tempat domisili siswa yang bersangkutan. Ini artinya, faktor-faktor pertama seperti nilai dan prestasi tidak lagi menjadi standar untuk sekolah menerima siswa.

Ustadz Dede mengungkapkan, masalah sistem zonasi ini juga sudah dikeluhkan oleh para orangtua siswa. Karena jika tidak dapat masuk ke sekolah negeri, anak mereka mau tidak mau harus masuk ke sekolah swasta.

“Sebagaimana yang kita ketahui, dalam sistem zonasi, nilai tidak lagi jadi standar menerima siswa. Maka dari itu, kebijakan sistem zonasi ini harus dievaluasi. Jika memang dipaksakan masuk swasta, kita juga harus melihat kemampuan ekonomi masyarakat,” ungkap Ustadz Dede.

Terkait besaran pembagian kuota, Ustadz Dede juga mengharapkan ada persentase yang lebih untuk jalur prestasi.

“Jika memang aturan pusat seperti itu, kita perlu koordinasi lagi untuk memberikan persentase yang lebih ke jalur prestasi. Intinya, jika sistem zonasi ini berdampak ketidakadilan bagi masyarakat, maka DPRD wajib menyampaikan keluh kesah ini ke pusat,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Soleh mengungkapkan, tujuan secara global Kemendikbud menerapkan sistem zonasi ini adalah, memberi kebijakan kepada siswa memilih sekolah yang dekat dengan domisili.

Dinas sendiri menjalankan Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, yang mengacu kepada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

“Hasil rapat dengan stakeholder, pembagian kuota jalur penerimaan zonasi sebanyak 60 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen. Kemudian jalur prestasi 15 persen, terdiri dari 10 persen prestasi dalam zonasi, dan 5 persen prestasi di luar zonasi. Namun jika kuota ini mau diubah kembali, kita bisa berkoordinasi dengan pusat,” beber Soleh.

Selanjutnya, terkait sekolah swasta yang kurang diminati masyarakat, lanjut Soleh, Pemprov Babel tahun ini sudah memberikan banyak bantuan melalui hibah dan subsidi untuk siswa.

Hal ini diharapkan bisa memicu keinginan dan minat para siswa untuk mengenyam pendidikan di sekolah swasta, jika mereka tidak masuk ke sekolah negeri.

“Tahun ini kita punya program menyiapkan dana hibah dan bantuan untuk setiap siswa di sekolah swasta, mungkin Babel tertinggi se-Indonesia dalam hal memberikan bantuan ke sekolah swasta. Untuk itu, masyarakat yang kurang mampu tidak perlu khawatir menyekolahkan anaknya ke swasta,” kata dia.

Lebih lanjut Soleh menjabarkan, lulusan SMA saat ini diproyeksikan untuk melanjutkan ke pendidikan lanjutan, SMK diproyeksi ke skill, dunia kerja dan wirausaha, tinggal bagaimana para orangtua siswa memberikan pengertian kepada para siswa untuk memilih, di mana mereka berminat. (*)

Sumber : Publikasi Setwan

News Feed