oleh

PT. Pulomas Punya Izin Kerja Keruk, Bukan Perpanjangan Kontrak Kerja

BANGKA — Kepala Cabang PT. Pulomas Sentosa, Yanto, mengungkapkan faktor cuaca yang menjadi penghambat dalam melakukan kegiatan pengerukan di muara Air Kantung Sungailiat.

Hal tersebut diungkapkan Acun seusai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Bangka di Ruang Paripurna, Senin (09/10/2020).

“Kalau target kita dua tahun! Dan DPRD minta enam bulan, maka dari pihak kita dua hari selesai, makin cepat makin bagus, karena untuk kepentingan nelayan juga. Tetapi dengan kondisi dan situasi seperti cuaca di lapangan sangat mempengaruhi teknis, tapi dari pulomas sendiri tetap komitmen untuk mempercepat pengerjaan tersebut,” ungkap Yanto.

Ia mengatakan, PT. Pulomas mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap nelayan sekitar, untuk membuat jalur keluar masuk kapal nelayan.

“Jika terjadi penyempitan alur muara, maka yang dicari oleh nelayan itu adalah PT. Pulomas, jadi pertanggungjawaban saya terhadap nelayan sangat besar dan itu yang kami selalu jaga,” ujarnya.

Selain itu, Yanto mengatakan, dalam beberapa waktu pihaknya belum bisa menjual pasir, yang disebabkan oleh faktor alam yang selalu berubah-ubah.

“Kami tidak bisa menjual pasir karena kondisi situasi dari teknis lapangan, salah satunya cuaca, gelombang besar kami tidak bisa loading, dan kondisi dangkal ketika air surut. Jadi tidak setiap hari kami bisa kejar itu. Tapi kami tetap berusaha memaksimalkan pekerjaan ini menjadi, sampai bulan januari mendatang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa, PT. Pulomas dikasih Izin Kerja Keruk, bukan perpanjangan kontrak.

“Kami dikasih izin pengerukan, disitu yang dikeruk adalah volume, jadi bukan jangka waktu tetapi disitu untuk melakukan pekerjaan itu, ibaratnya harus mempunyai SIM. Inilah disebut Izin Kerja Keruk,” demikian Acun. (Sholihin)

Komentar

Tinggalkan Balasan