oleh

PT. Pulomas Sentosa Buka Suara

Yanto : Kami Hadir Untuk Membantu, Bukan Memuaskan Pihak Tertentu

BANGKA — PT. Pulomas Sentosa, adalah perusahaan yang diberikan Izin Pengerukan Dan Pendalaman Alur Muara Air Kantung Sungailiat. Izin pengerukan tersebut diberikan oleh Bupati Bangka. Namun belakangan, perusahaan tersebut jadi sorotan berbagai pihak ketika mengajukan permohonan keringanan pajak.

Menanggapi sorotan tersebut, pihak PT. Pulomas Sentosa melalui Kepala Cabang, Yanto, mengaku tak mau ambil pusing. Saat ini pihaknya telah mengajukan persyaratan yang diminta oleh Pemda Bangka, sebagai bahan pertimbangan untuk permohonan pengurangan pajak tersebut.

Berikut hasil wawancara eklusif redaksi media ini dengan Yanto, di Sungailiat belum lama ini.

Pertanyaan : “Bagaimana awalnya PT. Pulomas Sentosa bisa diberikan izin pengerukan alur muara Air Kantung?”

Jawaban : “Historis PT. Pulomas Sentosa melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung, yang sekarang menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara, itu atas permintaan Pemda Bangka. Pada tahun 2004 atau 2005, Bupati Bangka H. Eko Maulana Ali, menetapkan kawasan pelabuhan Jelitik sebagai Kawasan Industri. Di antaranya wilayah itu, juga ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan. Sebagai kawasan Minapolitan, tentunya alur muara Air Kantung menjadi satu-satunya alur keluar dan masuknya perahu nelayan. Namun kondisi alur muara itu sering dangkal karena tertutup pasir, sehingga aktivitas nelayan terganggu. Pada kisaran tahun 2008-2010, alur muara Air Kantung itu kondisinya tertutup pasir yang disebabkan oleh penambangan timah, arus laut, serta gelombang laut pasang dan surut. Masyarakat nelayan berulang kali meminta Pemda Bangka bertindak, agar alur muara itu bisa dikeruk dan diperdalam. Awalnya Pemda Bangka meminta bantuan PT. Timah. Alur muara itu sempat dilakukan pengerukan dan pendalaman oleh KIP PT. Timah, sembari menambang timah. Namun karena biaya operasionalnya terlalu besar, sementara tidak ada biaya operasional dari Pemda Bangka, akhirnya PT. Timah mundur. Pemda Bangka tidak ada anggaran untuk biaya pengerukan dan pendalaman alur muara PPN Jelitik. Lalu pada tahun 2011, Pemda Bangka meminta bantuan pengusaha KIP, untuk melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung. Dari sekian banyak pengusaha, hanya PT. Pulomas Sentosa yang menyanggupi. Kemudian Bupati Bangka pada masa itu, Yusroni Yazid, memberikan izin kepada PT. Pulomas Sentosa, untuk melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung Sungailiat. Dalam izin tersebut, semua material dari hasil pengerukan dan pendalam alur muara Air Kantung merupakan hak milik PT. Pulomas Sentosa. Komitmen awalnya nol persen (0%) pajak. Artinya, Pemda Bangka tidak memungut pajak atau retribusi apapun dari hasil penjualan material yang diperoleh dari hasil pengerukan alur muara, yang kemudian dijual PT. Pulomas Sentosa, karena Pemda juga tidak membantu biaya apapun. Namun karena berbenturan dengan aturan yang ada, akhirnya PT. Pulomas Sentosa dikenakan retribusi dan pajak sesuai aturan yang berlaku. Setahun pertama, yaitu pada tahun 2011-2012, PT. Pulomas Sentosa hanya bisa melakukan pengerukan dan pendalam alur muara Air Kantung, tapi tidak bisa menjual material hasil pengerukan. Baru pada pertengahan tahun 2012 PT. Pulomas bisa menjual material yang diperoleh dari aktivitas pengerukan, setelah ada perubahan SK Bupati Bangka.”

Pertanyaan : “Sebelum Bupati Bangka memberikan izin pengerukan, adakah dilakukan sosialisasi ke masyarakat?”

Jawaban : “Ada. Bahkan Bupati, Kapolres, Wakil Ketua DPRD, Dinas Kelautan Dan Perikanan, juga sekitar ratusan masyarakat nelayan yang menandatangani persetujuan, agar PT. Pulomas Sentosa melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung itu.”

Pertanyaan : “Berkaitan dengan kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung itu, izin apa saja yang sudah dikantongi PT. Pulomas Sentosa?”

Jawaban : “Semua izin dan legalitas PT. Pulomas sudah lengkap. Bahkan, mungkin bisa dikatakan, perusahaan kita yang paling lengkap. Ada SK Bupati untuk Izin Pengerukan, dan pada tahun 2015 PT. Pulomas Sentosa mendapat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Pengangkutan Dan Penjualan (IUP OP Angkut Jual) yang ditandatangani Gubernur Babel, H. Rustam Efendi, juga dokumen perizinan lainnya sesuai aturan.”

Pertanyaan : “Apakah benar KIP PT. Pulomas Sentosa Menambang Timah?”

Jawaban : “PT. Pulomas Sentosa tidak menambangan timah. Yang menambang timah di dalam WIUP PT. Timah itu adalah KIP milik perusahaan lain, yang sebagian ada milik perusahaan satu grup dengan PT. Pulomas Sentosa. Izin pengerukan alur muara, dengan perusahaan KIP yang menambang timah itu berbeda, dan terpisah dari PT. Pulomas Sentosa.”

Pertanyaan : ” Infonya PT. Pulomas Sentosa merugi, mengapa masih terus melakukan pengerukan alur muara Air Kantung?”

Jawaban : “Sejak tahun 2011 hingga sekarang, PT. Pulomas Sentosa melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung. Material yang di dapat dari hasil pengerukan itu jadi hak milik PT. Pulomas Sentosa, dan boleh dijual jika ada pembeli. Tapi pembelinya pun tidak selalu ada. Faktanya, sepanjang 2011-2015, hanya 11 Tongkang pasir yang terjual. Biaya operasional 2 unit alat berat dan 1 unit Cutter Section Drager (CSD) yang standby melakukan pengerukan pasir di mulut muara, itu mencapai 20-30 juta rupiah perharinya. Dalam sebulan, biaya yang diperlukan kisaran 600-900 juta rupiah. Sementara material pasir yang dijual, hanya di kisaran 10-20 Tongkang saja perbulan. Untuk bisa dapat untung, PT. Pulomas Sentosa harus bisa menjual material pasir minimal 30 Tongkang isi 3000 ton perbulan. Jika tidak bisa menjual pasir sebanyak 30 Tongkang perbulan, dapat dipastikan PT. Pulomas Sentosa merugi. Tapi bos kami tetap konsisten melakukan pengerukan alur muara, itu semata-mata demi masyarakat nelayan. Artinya, bos masih mengedepankan aspek sosialnya, tidak melulu mengejar keuntungan. Saat ini memang kami merugi, tapi kami melihat potensi, bahwa kedepan kami bisa dapat untung dari kegiatan pengerukan alur muara itu. Penyebab kami rugi itu adalah, karena kami belum menemukan market tetap atau buyer yang membutuhkan pasir dalam jumlah besar. Tapi kedepan, kami optimis bisa untung.”

Pertanyaan : “Kalau terus merugi, terus dari mana sumber dana operasional PT. Pulomas Sentosa melakukan pengerukan alur muara Air Kantung itu?”

Jawaban : “Meskipun merugi, sampai saat ini PT. Pulomas Sentosa masih konsisten melakukan pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung Sungailiat. Itu bukti, bahwa perusahaan kami tidak melulu mengejar keuntungan, tapi lebih kepada sosial masyarakat. Karena jika PT. Pulomas Sentosa berhenti beroperasi, alur muara Air Kantung itu akan buntu akibat arus laut yang menyebabkan abrasi, dan akibat penambangan timah yang ada disekitar muara. Untuk biaya operasional, kami menjual pasir dari hasil pengerukan alur muara itu juga. Untuk kekurangannya, kami minta bantuan dana operasional dari rekan-rekan KIP yang menambang timah di perairan laut Air Kantung.”

Pertanyaan : “Sejauh ini, apa saja kontribusi PT. Pulomas Sentosa kepada masyarakat, daerah, dan negara?”

Jawaban : “Kalau membahas tentang kontribusi, sebenarnya agak kurang layak, khawatir kami dianggap riya’ atau mengungkit-ungkit. Tapi sejujurnya, kami punya kewajiban membayar retribusi Pajak Galian C ke Pemda Bangka. Setiap pengiriman juga kami bayar PNBP, Uang Labuh Tongkang, dan kewajiban lainnya. Tapi kalau untuk kontribusi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, itu banyak sekali. Sejak kami keruk, perahu nelayan bisa leluasa keluar dan masuk ke pelabuhan. Dukungan program sosial lainnya bagi masyarakat yang membutuhkan material pasir untuk keperluan seperti penimbunan jalan, dan rumah ibadah, itu kami berikan secara cuma-cuma. Berikut bantuan sosial lainya dalam bentuk CSR bagi masyarakat sekitar pesisir. Selain itu masih banyak lagi bantuan dan kontribusi PT. Pulomas Sentosa untuk masyarakat, saya rasa gak perlulah disebutkan satu-persatu.”

Pertanyaan : “Bagaimana dengan tuduhan sejumlah oknum, bahwa patut diduga PT. Pulomas Sentosa melakukan penyalahgunaan izin?”

Jawaban : “Penyalahgunaan izin dimananya? Perlu diketahui, bahwa SK Bupati Bangka itu isinya Izin Pengerukan Alur Muara Air Kantung Sungailiat. Dan memang itulah yang kami lakukan. Saya sudah jelaskan tadi, bahwa KIP yang menambang timah itu adalah milik grup perusahaan, bukan PT. Pulomas Sentosa. Perusahaan dan izin untuk kegiatan penambangan timah itu berbeda, dan terpisah dari PT. Pulomas Sentosa. Pihak-pihak yang menuding PT. Pulomas Sentosa melakukan penyalahgunaan izin, tentu harus bisa membuktikan tuduhannya itu. Banyak tudingan dari beberapa oknum yang menyatakan bahwa PT. Pulomas tidak melakukan pengerukan muara secara maksimal, dan meminta PT. Pulomas dicabut ijinnya. Itu dapat kami jelaskan, bahwa oknum-oknum yang komentar tersebut tidak memahami kondisi, dan tidak bersentuhan langsung dengan muara air kantung. Mereka hanya bisa berkomentar, tetapi tidak bisa memberikan solusi untuk muara tersebut. Kami dari PT. Pulomas selalu mengedepankan kepentingan sosial dari pada profit, dan itu sudah kami buktikan dari tahun 2011 sampai dengan saat ini. Coba bayangkan, berapa biaya yang sudah kami keluarkan dari tahun 2011 sampai tahun 2015 untuk mengeruk muara tersebut? Dan material pasir dari hasil keruk tersebut hanya 11 tongkang yang mau dibeli oleh buyer. Sampai dengan saat ini kami sudah mendatangkan beberapa peralatan untuk memaksimalkan pengerukan tersebut seperti CSD GARENG, CRANE BARGE, EXSAVATOR dan TSHD. Dalam jangka waktu dekat ini kami akan menambah beberapa armada kapal lagi, untuk membantu memaksimalkan pengerukan alur muara tersebut. Bagi kami beberapa oknum-oknum selalu berkomentar negatif kepada PT. Pulomas Sentosa, kami anggap sebagai motivasi bagi kami untuk bekerja lebih maksimal lagi.”

Pertanyaan : ” Gundukan pasir di kiri dan kanan muara Air Kantung itu juga jadi sorotan, apa penjelasan anda?”

Jawaban : “Mungkin ada banyak pihak yang menanyakan kenapa pasir gundukan yang di kiri kanan muara tidak di singkirkan atau dijual. Harus dipahami dulu, dari mana asal muasal gundukan pasir di kiri dan kanan muara? Semuanya berasal dari mulut muara, dan kami sudah mencoba untuk mengurangi gundukan tersebut dengan mengisi ke tongkang. Tetapi yang terjadi adalah Tongkang tersebut kandas, dan perusahaan kami menanggung Demurrage (batas waktu pemakaian sarana angkut seperti kapal dan tongkang) yang besarnya lebih dari 20-an juta perharinya. Muara Air Kantung ini bisa dikategori sebagai muara yang unik. Semakin dalam muara tersebut di keruk, maka semakin cepat material pasir dari tengah laut yang bergeser ke mulut muara, itu yang menyebabkan pendangkalan mulut muara. Ketika musim arus atau angin tenggara seperti saat ini, maka material dari arah kanan muara menutupi mulut muara. Dan ketika musim angin Utara sekitar bulan November sampai bulan Februari, maka material dari arah utara akan menutupi mulut muara 2 kali lipat dari musim Tenggara. Penyebab pendangkalan mulut muara menurut pengalaman kami, dari beberapa tahun pengamatan, adalah pergeseran material dari tengah laut ke mulut muara, karena perairan Air Kantung sudah dilakukan penambangan sejak lama, dan itu yang menyebabkan berkurangnya daya ikat material pasir dari tengah bergeser ke mulut muara. Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, kami harus mengeruk ke sumber penyebab pendangkalan mulut muara, dengan melakukan pengerukan dari inti penyebab pendangkalan tersebut.”

Pertanyaan : “Bagaimana jika PT. Pulomas berhenti melakukan pengerukan alur muara Air Kantung?”

Jawaban : “Kalau kami berhenti melakukan pengerukan, alur muara itu akan kembali dangkal dan tertutup pasir. Kondisi itu pasti akan merugikan masyarakat nelayan, yang tidak leluasa keluar masuk ke pelabuhan. Jelas itu akan berdampak kepada ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan setempat”

Pertanyaan : “Adakah hal lain yang ingin disampaikan?”

Jawaban : “Iya, kami ingin menjelaskan bahwa, tidak ada anggaran yang dikeluarkan Pemda Bangka kepada PT. Pulomas Sentosa, untuk biaya pengerukan dan pendalaman alur muara Air Kantung Sungailiat. Bahkan, kamilah yang memberikan pemasukan untuk pendapatan daerah dan negara. Dan terkait dengan tudingan segelintir orang itu, kami tidak mau ambil pusing. Soal dikabulkan atau tidak permohonan pengurangan pajak yang kami ajukan, itu merupakan kewenangan Bupati. Kami hadir untuk membantu masyarakat nelayan dan Pemda, bukan untuk memuaskan pihak tertentu.”

Diakhir wawancara, Yanto menyatakan pihaknya tidak anti kritik. Namun kritik dimaksud diharapkan diiringi dengan solusi, bukan kritik yang menghakimi. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, atas dukungan, saran, dan masukan terhadap PT. Pulomas Sentosa. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed