oleh

PT SMB Bantah Gerakkan Massa

PANGKALPINANG — Humas PT Seputih Makmur Bersama atau PT SMB, Deni Wijaya menyatakan, puluhan massa yang menggelar unjukrasa di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/9) tadi pagi, bukan untuk membela PT SMB, namun mau mencari kebenaran.

“Bukan kita menolak, bukan saya bohong. Coba dicermati betul-betul! Malahan mereka menggebrak kita. Mereka itu tidak bela kami (PT SMB), mereka itu mau cari kebenaranlah. Intinya gitu,” ungkap Deni via ponselnya, Rabu malam.

Deni Wijaya juga membantah pihaknya mengerahkan massa untuk melakukan unjukrasa. Dikatakanya, PT SMB turut prosedur pemerintah.

“Kita tidak pernah menyuruh orang untuk unjuk rasa, kita turut prosedur pemerintah. Cuma prinsipnya, kita dari PT SMB ingin membantu nelayan. Gitu aja,” kata dia.

Dikabarkan sebelumnya, puluhan orang yang mengatasnamakan Nelayan Pesisir Sungailiat, bersama LSM KMMP MV dan Line, menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu, (23/09/2020).

Menurut orator, aksi damai tersebut digelar terkait kekecewaan masyarakat nelayan pesisir terhadap kinerja salah satu perusahaan yang melaksanakan pengerukan alur muara kantung yang sudah 10 tahun lebih dilakukan, akan tetapi masih saja mengalami pendangkalan, sehingga nelayan pesisir sulit pergi melaut untuk mencari ikan.

Berdasarkan pantauan media ini, puluhan orang yang hadir dalam melakukan aksi damai tersebut dengan membawa satu minibus dan beberapa kendaraan lainnya, serta ada beberapa spanduk yang bertuliskan kekecawaan mereka terhadap perusahaan tersebut.

Dalam hal ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melalui Asisten Perkonomian dan Pembangunan, Yanuar, menyambut baik kehadiran para nelayan pesisir yang melakukan aksi damai tersebut.

“Terimakasih atas kehadiran Bapak dan Ibu disini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Gubernur sekarang berada di Medan. Jadi bukan karena tidak mau menerima, karena memang beliau lagi ada dinas ke Medan,” ungkap Yanuar.

Lanjutnya, usulan serta keinginan dari para aksi damai tersebut akan disampaikan ke Gubernur Babel jika sudah kembali dalam melakukan perjalanan dinas tersebut.

“Jadi bapak-bapak bersabar, kalau beliau sudah pulang, nanti akan kami sampaikan. Artinya kami Pemerintah Daerah tidak hanya tinggal diam, apapun yang jadi keinginan masyarakat selama itu baik, tetap akan kami tindaklanjuti,” kata dia.

Kapolres Pangkalpinang melalui Kabag Ops AKP Johan Wahyudi mengatakan, kehadiran pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan agar tetap bersama-sama menjaga situasi. Yang mana diketahui saat ini masih dalam posisi Covid-19 agar tetap mematuhi sesuai protokol kesehatan.

“Tugas kami di sini melakukan pengamanan terkait kehadiran Bapak dan Ibu disini, supaya kita bersama-sama menjaga situasi. Bahwa situasi sekarang masih posisi Covid-19, oleh sebab itu kita berharap kepada Korlap untuk tertib menyampaikan aspirasinya. Nanti saya akan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi untuk berdialog lebih lanjut, silahkan nanti untuk perwakilan kalau memang ada untuk berdialog,” ucap AKP Johan Wahyudi.

Aksi damai tersebut bejalan dengan baik dan lancar, tanpa ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan tetap pada protokol kesehatan Covid-19. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan