HEADLINEKABAR DPRD

Rapat Dengan Tim Kemendagri, Ringgit Ungkap Ada Masukan Terkait Sanksi

×

Rapat Dengan Tim Kemendagri, Ringgit Ungkap Ada Masukan Terkait Sanksi

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Panitia Khusus Raperda Penyelenggaraan Kearsipan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus menyempurnakan Draft Raperda tersebut, melalui rapat finalisasi dan koordinasi bersama Kementrian Dalam Negeri di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, Selasa (21/9).

Pansus menggelar rapat finalisasi bersama Kasubdit Wilayah 1 Direktorat Produk Hukum Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, guna mendapatkan masukkan sebelum diajukan ke Kemendagri untuk disahkan menjadi sebuah Perda.

Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Kerasipan, Ringgit Kecubung mengatakan, pada tahap finalisasi ini draft yang dikonsultasikan dengan Kemendagri secara keselurahan dapat diterima. Hanya saja, ada masukan terkait sanksi yang harus dibuat bab tersendiri dalam Raperda tersebut.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar, cuma kita disarankan untuk menambah bab tersendiri untuk sanksi,” ungkapnya.

Terkait pengelolan arsip, kedepan DPRD Kepulauan Bangka Belitung akan menekankan pemanfaatan teknologi untuk menerapkan arsip digital, disamping tetap mengelolah fisik dari arsip itu sendiri.

“Yang tadinya manual, akan kita alihkan ke digital secara perlahan lahan,” ujarnya.

Anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Kearsipan, Adet Mastur menambahkan, arsip merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan manusia, negara, pemda ataupun organisasi. Untuk itu, dirinya memberikan atensi terhadap pengelolaan arsip yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Tanpa arsip, kita tidak akan tahu siapa kita. Hilangnya arsip ini, hilangnya jatidiri kita. Hilangnya arsip, hilang juga aset kita,” tegasnya.

Adet sepakat dengan Ketua Pansus, kedepan arsip digital akan didorong untuk penerapannya, karena kemampuan daya tampung depo arsip terbatas.

Selain memudahkan, juga dapat memberikan efektifitas dan efesiensi dalam pengelolaan arsip tersebut.

“Arsip digital ini untuk mengefisienkan dan mengefektifkan dalam pengelolaan arsip itu sendiri,” kata dia. (*)

Sumber : Publikasi Setwan