oleh

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ella, Penyidik : Tidak Ada Fakta Baru

BANGKA TENGAH — Penyidik Satuan Resrse Dan Kriminal Kepolisian Resort Bangka Tengah menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Nurmaella (30), warga Desa Perlang, yang jasadnya ditemukan warga di Pantai Alew, Kecamatan Koba, belum lama ini.

Dari hasil penyelidikan, penyidik lalu mengamankan Dwi Santoso (31), warga Jalan Swadaya Sungai Selan, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka

Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah AKP Robby Ansyari, seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang mengatakan, rekontruksi di TKP ini dilakukan untuk menjelaskan awal mulanya terjadi pembunuhan, juga untuk mencari fakta baru. Namun dari 23 adegan yang diperagakan, tidak ditemukan fakta baru.

“Rekontruksi ini untuk kepentingan penyelidikan, ada 23 adegan yang menceritakan dari awal pertemuan sampai dengan terjadinya pembunuhan ini,” ujarnya, Kamis (23/05/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam proses rekontruksi pihak kepolisan menghadirkan empat saksi. Di antaranya dua orang teman tersangka yang sudah mengenal korban, satu orang penjaga warung yang sempat di datangi korban dan tersangka sebelum terjadinya pembunuhan, dan seorang wanita yang merupakan pacar tersangka.

“Ada empat saksi yang kita hadirkan disini, dua teman tersangka, seorang penjaga warung dan juga seorang wanita pacar si tersangka. Dari rekontruksi ini diperoleh keterangan bagaimana cara dan alasan tersangka membunuh korban Ella. Alasannya, tersangka membunuh korban karena korban terus memaksa dan mengejar tersangka, meminta kejelasan hhubungan mereka berdua. Tersangka sudah berkali – kali menjelaskan kepada korban, seperti apa hubungan mereka berdua? Tersangka Dwi hanya menganggap sebagai teman saja,” tuturnya.

Masih kata AKP Robby, karena si korban tidak terima penjelasan dan alasan tersangka, sempat terjadi percekcokan hebat. Akhirnya karena kesal kepada korban yang tidak mendengar penjelasan tersangka, lalu tersangka menampar korban sebanyak satu kali.

“Sebelum terjadi pembunuhan ini, korban dan tersangka sempat cekcok, sampai akhirnya terjadi penamparan oleh pelaku kepada korban. Karena kesal, korban juga sempat melawan dengan cara melemparkan pasir ke arah wajah tersangka. Tersangka tidak terima, lalu menarik jilbab yang dipakai korban dan melilitkan dilehernya, sampai akhirnya korban meninggal dunia karena cekikan. Setelah itu korban di bopong ke pinggir pantai dan dibiarkan, sampai akhirnya ditemukan warga,” terangnya.

AKP Robby menambahkan, sampai saat ini tidak ditemukan unsur pembunuhan berencana. Menurutnya, kasus ini murni pembunuhan karena faktor kesal dan emosi saja.

“Tidak ditemukan unsur pembunuhan berencana, ini pembunuhan murni karena kesal dan marah saja. Untuk sementara kita jerat dengan pasal 338 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan