PANGKALPINANG — Ikatan Istri Dokter Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar acara Seminar Kulit dan Memelihara Kulit dan Kelamin, dengan tujuan supaya masyarakat Babel terbebas dari penyakit kulit dan kelamin.

Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/11/22).

Penjabat Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, drg. Sri Utami, dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta, terkait penyakit kulit dan kelamin yang dinilai sangat membahayakan bagi masyarakat.

“Saya bersyukur saat ini Babel sudah memiliki 9 dokter spesialis kulit dan kelamin dan sudah ada di setiap kabupaten/kota, sehingga permasalahan penyakit kulit dan kelamin dapat diatasi,” ujar Sri Utami.

Menurutnya, acara ini terselenggara karena adanya kerjasama antara BKOW Babel, TP PKK, IIDI dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Palembang.

Untuk diketahui, di Indonesia penyakit Scabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit terbanyak.

“Data kasus scabies di Babel tahun 2020 sebanyak 979, tahun 2021 meningkat mejadi 1370, untuk itu saya berharap seminar ini memberikan menfaat sehingga masyarakat bebas dari penyakit scabies,” paparnya.

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu, yang mana ini sering terjadi di asrama atau tempat tinggal bersama.

Sementara ketua panitia dokter spesialis kulit dan kelamin, Andriansya, mengatakan acara seminar ini untuk pertama kalinya selenggarakan di Babel, yang bertujuan untuk membahas penyakit kudis atau scabies.

“Penyakit scabies merupakan penyakit terbesar ketiga di Indonesia, kita berharap di Babel ini terbebas dari penyakit tersebut,” tegasnya.

Oleh sebab itu, peserta yang ikut acara ini adalah para ustadz yang berasal dari pesantren di Babel dan para ibu – ibu darmawanita.

Selain membahas tentang penyakit scabies, seminar ini juga membahas tentang penggunaan kosmetik, agar tidak merusak kulit. (*)


Sumber: Dinas Kominfo