oleh

Sebelum di PHK, Gaji PHL RSUD Sejiran Setason Selalu Dibayar Terlambat

BANGKA BARAT – Sebelum diberhentikan, PHL RSUD Sejiran Setason sering terlambat menerima gaji. Hal itu diungkapkan JK, salah seorang PHL yang diberhentikan, kepada wartawan, Kamis ( 4/4/2019 ).

Dia mengatakan, gaji bulan Desember 2018 baru dibayar bulan Januari 2019. Begitu pula dengan gaji bulan Januari baru dibayar pada bulan Februari. Menurutnya, baru pada bulan Maret 2019 gajinya stabil dibayar tepat waktu.

Sebelum diberhentikan tutur JK, pihak RSUD mengadakan test terlebih dahulu. Setelah itu, nama – nama PHL yang tidak lulus test tidak diumumkan. Mereka dikirimi surat pemberhentian tanggal 1 April 2019.

Namun kata dia, setelah mereka diberhentikan, ada tenaga kerja baru yang masuk sebanyak delapan orang, padahal alasan mereka diberhentikan karena pihak RSUD ingin meringankan beban Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD ).

” Tapi pengurangan ini untuk meringankan beban BLUD kan, tapi setelah kami keluar ada pulak yang masuk delapan orang. Saya masuk tahun 2016, pertama di bagian Satpam, terus pindah tukang dorong pasien,” katanya.

Sedangkan PHL lain, MR yang juga ikut mengalami nasib yang sama dengan dengan JK, memilih untuk ikhlas menerima kenyataan.

” Coba ikhlas dan cari kerja lain lagi lah, namanya juga kerja sama orang mau gimana lagi,” ujarnya.

Terpisah, Plt. RSUD Sejiran Setason, Yudi Widyansa saat dikonfirmasi via telepon, Kamis ( 4/4 ) membantah ada tenaga kerja yang masuk setelah pemberhentian 47 orang PHL.

” Saat ini belum diisi sama yang lain setelah adanya pengurangan ini, kita manfaatkan yang ada dulu, bahkan yang ada pun akan kita evaluasi lagi, intinya kami mau menyaring pegawai yang benar – benar disiplin,” jelas Yudi.

Dia berharap dengan adanya pengurangan tenaga kerja bisa menghemat BLUD. Pemberhentian ini juga kata dia, tidak akan mempengaruhi pelayanan di RSUD Sejiran Setason.

” Pelayan di rumah sakit tidak terganggu dengan adanya pengurangan ini, kita manfaatkan yang ada dan mereka makin disiplin.Kita tidak langsung memberhentikan tapi melalui proses. Intinya, kita nilai, dengan pengurangan karyawan ini nantinya kita bisa menghemat BLUD,” tandas Yudi. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan