oleh

Sekda Pantau Stok Dan Harga Bahan Pokok

PANGKALPINANG — Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, melakukan pemantauan serta monitoring ketersediaan stok dan harga bahan pokok, menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah Tahun 2019.

Kali ini, pemantauan dilakukan dibeberapa gudang, maupun agen. Di antaranya gudang beras Akiong yang berlokasi di Konghin. Peternak ayam di Kace Timur, gudang H. Awi, dan peternak sapi dan kambing di Pangkalbalam, Kamis (08/08/19) Pagi.

Nampak hadir Asisten Perekonomian Dan Pembangunan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Dinas Perdagangan,
Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Kepala Dinas Pangan Dan Pertanian, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, serta Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kabag Ops Polres Pangkalpinang, dan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang.

Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah, khususnya stock hewan kurban seperti Sapi dan Kambing, sangat mencukupi untuk wilayah Kota Pangkalpinang.

 

“Kalau dilihat untuk stock sapi itu cukup, apa lagi untuk stock daging sapi dan kambing kurban juga cukup. Untuk sapi di pasaran yang langsung ke Rumah Potong Hewan juga cukup, kalo kita lihat kondisi disini tadi,” ungkap Radmida, usai memantau kondisi di lapangan.

Selain itu, Ia juga mengatakan, untuk harga sapi dan kambing kurban, yang ada di Kota Pangkalpinang masih stabil.

“Kalau untuk yang sapi kurban tadi, yang limosin Rp. 60 juta, beratnya sekitar 300 kilogram. Untuk yang biasa Rp. 25 juta, beratnya 160 kilogram. Kalau untuk kambing harganya mulai Rp. 2,5 juta sampai Rp. 4 juta. Stocknya banyak,” kata Dia.

Selain dari harga sapi dan kambing, Radmida mengatakan, untuk harga cabai memang meningkat. Dikarenakan ada kendala kapal yang tidak masuk.

“Untuk harga cabai di agen, dijual dengan harga Rp 90.000 per kilogram. Sedangkan di pasaran, sudah mencapai Rp 120.000. Itu cukup mahal, karena terkendala adanya kapal yang tidak masuk,” jelasnya. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan