oleh

Sekda Siap Dukung Kejari

BANGKA BARAT — Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Soleh, mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Kawasan Bebas Penggunaan Sampah Plastik Satu Kali Pakai, yang digagas Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne.

Dikatakannya, memang sampah plastik merupakan masalah yang sangat krusial. Sayangnya, masyarakat tidak menyadari bahwa pengelolaannya harus dilakukan dengan baik.

” Karena kita tahu sampah plastik ini memerlukan waktu yang sangat lama untuk mengurainya,” ujar Soleh dalam sambutannya di Aula Kantor Kejari Bangka Barat di Desa Belo Laut, Muntok, Kamis ( 10/6 ) pagi.

Masalah tersebut kata Soleh merupakan tantangan dan tanggung jawab masyarakat secara global. Apalagi kegiatan yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Bangka Barat ini masih dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

” Diharapkan warga global seluruh dunia memiliki kepedulian yang positif apa yang akan dia lakukan, dari masyarakat kecil, pengusaha dan sebagainya sampai ke pucuk pimpinan mengambil suatu kebijakan,” katanya.

Soleh minta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ridwan sebagai leading sektor masalah ini untuk mendukung Helena sepenuhnya.

” Jadi ini tidak hanya seremonial saja. Alhamdulillah, Ibu Kajari sudah menginisiasi, sehingga kita lebih terketuk terutama dalam kebijakan. Bisa dengan Perbup atau Perda, agar lebih menguatkan. Kalau dengan Perda masyarakat merasa terwakili melalui dewan. Jadi kita lakukan hal – hal begitu, membuat regulasi, mensosialisasikan bersama dengan wakil masyarakat,” kata Soleh.

Menurut Sekda, kalau di daerah lain terutama di kota – kota besar, sampah merupakan sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat dan Pemda-nya sendiri. Dia mencontohkan seorang temannya di daerah Sumatera Selatan yang merasa betah menjabat Kepada Dinas Lingkungan Hidup.

” Dia betah menjadi Kepala DLH kenapa? Ini sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat dan juga bagi Pemda,” tukasnya.

Dikatakan Soleh, PAD Bangka Barat sangat kecil. Selama ini Pemda masih bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat.

” PAD yang ideal adalah minimal 10 persen dari pendapatan daerah secara keseluruhan. Saat ini kita masih dibawah 10 persen. Jadi kita sangat tergantung sumber transfer dari Pusat. Itu kondisi yang tidak ideal,” terangnya.

Namun bila sektor sampah bisa dikelola dengan baik, Soleh yakin pendapatan daerah bisa ditingkatkan.

” Tapi ini tidak hanya masalah uang sebenarnya. Bagaimana menciptakan lingkungan hidup kita dengan baik. Jadi benar-benar sampah plastik ini kita jadikan perhatian yang paling penting,” cetus Soleh. ( SK )

News Feed