oleh

Sepekan Ngereman, Ika Bisa Dapat Uang Jutaan

BANGKA — Sejumlah Ponton Isap Produksi atau populernya dikenal dengan nama TI Rajuk, nampak beraktivitas menambang pasir timah di Daerah Alirah Sungai Berok, Kelurahan Belinyu, Kecamatan Belinyu.

Tak dapat dipungkiri, meski kadang mendapat sorotan negatif hingga penolakan, keberadan PIP itu cukup membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Selain para pekerja PIP atau TI Rajuk, puluhan pria dan wanita datang ‘ngereman’. Mereka rela bergelut dengan pasir dan lumpur, demi mendapat sisa-sisa pencucian pasir yang masih mengandung timah.

Sebut saja Ika, warga Kelurahan Mantung. Setiap harinya ia harus berpindah-pindah dari ponton ke ponton, demi mencari biji timah.

” Tiap sore bang, naik boat nyebrang ke ponton, ramai-ramai bang bergelut dengan lumpur. Ya, buat cari makan lah bang,” ucap janda beranak dua ini, Sabtu (18/01/2020) petang.

Kalau sedang bernasib mujur, Ika mengaku Ia bisa membawa pulang 2-3 kilogram pasir timah. Timah hasil ngereman tersebut Ia jual kepada pengepul dengan harga puluhan ribu rupiah.

” Paling banyak 3 kilo bang sehari, kami jual Rp 83.000 sekilo bang,” kata Ika.

Dirinya juga mengakui, dalam sepekan Dia mampu memperoleh uang hingga jutaan rupiah dari ngereman timah di PIP atau TI Rajuk tersebut.

” Kalo lancar, seminggu itu dapat lah sejuta lebih bang,” kata Dia. (Ed/Mg)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed