FEATURESHEADLINE

Sepuluh Tahun Menjanda, Ida Berhasil Hantarkan Anaknya Jadi Polisi

38
×

Sepuluh Tahun Menjanda, Ida Berhasil Hantarkan Anaknya Jadi Polisi

Sebarkan artikel ini
Bripda Muhammad Naufal Wiratama (tengah), bersama ibunya Faridah dan adiknya Chika Khairani, usai pelantikan Bintara Polri di SPN Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (7/7).

Haru dan bangga dirasakan Faridah (40), janda beranak dua warga Kelurahan Bukit Betung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Impian anak sulungnya Muhammad Naufal Wiratama (21), untuk menjadi insan Bhayangkara akhirnya terwujud. Setelah lima bulan mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung, Naufal Wiratama kini resmi menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua.

Naufal dilantik bersama 114 rekannya Bintara Remaja Angkatan 47 oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (7/7) kemarin, di Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung, di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Ida, panggilan akrabnya, sudah 10 tahun hidup menjanda bersama dua orang anaknya, semenjak berpisah dengan mantan suaminya pada tahun 2012 lalu. Sejak kecil putra sulungnya ini memang sudah bercita-cita ingin menjadi polisi.

” Iya, saya janda anak dua, sudah 10 tahun. Pekerjaan sehari-hari ibu rumah tangga. Kalau niat dia mau jadi polisi dari itu sudah sejak kecil, dari sekolah di Taman Kanak-kanak Bhayangkari Pangkalpinang,” ungkapnya di Sungailiat, Jum’at (08/07) malam.

Ida juga dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan pers lokal di Bangka Belitung. Dari hasil usahanya itu, dia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan membesarkan anaknya hingga bisa menjadi seorang polisi.

” Selain ibu rumah tangga, ya, kerja juga. Bersama Pak Romlan, saya ikut mendirikan perusahaan pers PT Bangka Media Center, penerbit media online KABARBANGKA.COM ini,” jelasnya.

Ida menuturkan, anaknya Muhammad Naufal Wiratama sempat dua kali gagal mengikuti rangkaian test dan seleksi untuk masuk polisi. Namun dua kali gagal tidak membuat pemuda pendiam itu patah arang.

Pada kesempatan ketiga, dia berhasil lolos, dan pada awal Februari lalu mulai masuk pendidikan di SPN Polda Kepulauan Bangka Belitung.

” Kalau SMA sih, niat belajarnya lumayan. Dua kali test gagal, test ketiga baru lolos. Tapi felling saya memang test yang ketiga ini berhasil. Rasanya begitu dia diterima, itu nggak bisa diungkapkan,” kata dia.

Ida berharap ke depan, Naufal bisa menjadi polisi yang baik, berbakti kepada orang tua dan negara, serta menjadi polisi yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. (*)

Sungailiat, 08 Juli 2022
Penulis: Randhu Oktora