BANGKA SELATANHEADLINE

Serapan Anggaran Covid-19 Baru 37,4, Agus : Itu Lebih Baik

×

Serapan Anggaran Covid-19 Baru 37,4, Agus : Itu Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN – Meski Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian melayangkan surat kepada 19 daerah yang lambat menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk penanganan Covid-19.  Namun, di Kabupaten Bangka Selatan, serapan anggaran untuk penanganan Covid-19 tahun ini baru 37,48 persen.

Pelaksana tugas Kepala Badan Keuangan Daerah, Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pratomo menyebut Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 34,7 miliar untuk penanggulangan Covid-19 tahun 2021.

“Hingga bulan Oktober ini 37,48 persen atau 13 milliar dari 34,7 milliar,” ujar Agus Pratomo kepada Kabarbangka.com, Jumat (29/10/21).

Ditegaskan Agus, Badan Keuangan Daerah menilai penyerapan anggaran penanganan  Covid-19 yang minim itu lebih baik. Alasanya, penyerapan anggaran ini kecil, karena Pemkab belum membutuhkan banyak dana untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Karna angka Covid-19 semakin berkurang, penyebab penyerapan anggaran Covid-19 baru sedikit. Penyerapan anggaran ini tidak disamakan dengan penyerapan anggaran pembangun,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, hingga bulan Oktober 2021, anggaran penanganan virus Corona atau Covid-19 di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan dari 6,7 miliar telah terealisasi 2,9 milar.

”Anggaran Covid-19 yang ada di Dinas Pendidikan Kesehatan sebesar 6,7 miliar dan sudah terealiasi sebesar 2,9 miliar,” ucap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi kepada Kabarbangka.com, Selasa (26/10/21).

Dijelaskan Supriyadi, anggaran penanganan Covid-19 untuk bidang kesehatan di alokasi untuk karantina, alat kesehatan, penyelenggaraan vaksinasi, penggunaan laboratorium serta untuk membelian suplamen untuk tenaga kesehatan.

“Adapun sisa aggaran sebesar 3,8 miliar itu akan di alokasikan sambil berjalan, artinya kita melihat bagaimana perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan,” ujarnya. (Yusuf)