HEADLINERAGAM

Setelah Rapat, Fakta SE Masuk Pasar Bawa Bukti Vaksin Terungkap

×

Setelah Rapat, Fakta SE Masuk Pasar Bawa Bukti Vaksin Terungkap

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Perihal Surat Edaran Masuk Pasar Ikan Muntok harus membawa bukti vaksin dibahas dalam rapat Forkopimcam, bersama BPBD, Kesbangpol dan unsur terkait lainnya di Gedung Serba Guna Kantor Camat Muntok, Rabu ( 13/10 ) pagi.

Rapat dihadiri antara lain, Camat Muntok, Sukandi, Kapolsek, IPTU Ogan Arif Teguh Imani, Kepala Puskesmas Muntok, Harianto, Kepala BPBD Bangka Barat, Ahmad Nursyandi.

Setelah rapat, fakta baru pun terungkap. Bila sebelumnya Camat Muntok, Sukandi dan Kepala Puskesmas Muntok, Harianto mengatakan SE tersebut hoax dan tidak jelas sumbernya, namun ternyata SE tersebut berasal dari Polsek Muntok.

Sukandi pun mengklarifikasi pernyataannya terkait hoax tersebut.

” Pengumuman itu benar ada, diperintahkan Kapolres untuk Kapolsek dan langsung ambil tindakan. Cuman bukan hanya di Pasar, tapi seluruh layanan publik. Makanya di Pasar itu disebut hoax, karena itu harusnya seluruh. Sesuai kesepakatan bahkan bukan hanya Muntok, tapi seluruhnya di Kabupaten Bangka Barat,” ujar Sukandi usai rapat.

Menurut Sukandi, dalam rapat hari ini disepakati vaksinasi tidak hanya dilaksanakan di Pasar Ikan saja, tapi di setiap tempat layanan publik juga akan dilakukan, sesuai SE Bupati bahwa vaksinasi harus dipercepat.

” Jadi bukan hanya di Pasar, jadi seluruh publik dan tempat kerumunan ini dilakukan salah satu untuk imunitas masyarakat kita dan dalam rangka mempercepat vaksin di Muntok,” ujar Sukandi.

Kapolsek Muntok, IPTU Ogan Arif Teguh Imani, membenarkan pihaknya yang mengeluarkan SE pengumuman tersebut. Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menggugah masyarakat agar bersedia divaksin.

Perihal hoax yang diberitakan sebelumnya, menurut dia hanya miskomunikasi saja.

” Untuk yang mengeluarkan dari anggota saya sebenarnya. Cuma itu bukan untuk gimana – gimana, itu cuma untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mau divaksin, karena kita tahu sendiri di Pasar itu sangat susah untuk diajak vaksin, susah sekali,” tukas Ogan.

Bahkan kata Ogan, para pedagang cenderung membandel tidak bersedia divaksin. Karena itu pihaknya menyiapkan gerai vaksin di Pasar Ikan Muntok untuk mempermudah pengunjung dan pedagang.

Kapolsek mengatakan, memang ada wacana untuk melakukan vaksinasi seperti yang termuat dalam pengumuman di SE tersebut, namun hal itu harus dirapatkan terlebih dahulu. Apalagi Pasar Ikan Muntok merupakan konsentrasi kerumunan masyarakat yang saling berinteraksi.

” Sekali orang masuk disitu bisa sampai 500 orang melebihi cafe melebihi apa dan sangat dekat sekali interaksinya, orang ngasih duit ngasih barang dan bersentuhan tangan,” katanya.

Menurut Ogan, tempat yang sentral untuk memutus mata rantai pandemi Covid – 19, sebenarnya ada di Pasar Ikan.

” Insya Allah ke depan mungkin bakal dikoordinasikan dengan Forkopimda ke Pak Bupati, Pak Kapolres juga bahwa tidak hanya di Pasar Muntok tapi semua tempat keramaian umum yang ada akses keluar masuk. Mungkin akan diberi pembatasan atau bakal diberi pengecekan, minimal vaksin dosis pertama sesuai hasil rapat tadi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Muntok, Harianto mengatakan, memang percepatan vaksinasi menuju ke arah seperti yang termuat di dalam pengumuman yang beredar tersebut..

” Kalau surat edaran bupati sudah jelas 7 item itu, namun pengumuman bahwa tempat keramaian publik akan diperlukan vaksin memang wacana seperti itu. Tujuannya adalah percepatan penanggulangan pandemi, salah satunya menuju herd Immunity,” ucapnya.

Menurut dia, sudah terbukti saat ini angka kematian dan terkonfirmasi positif menurun drastis.

” Artinya regulasi dari pusat, gubernur , bupati memang tujuannya untuk masyarakat, bukan kita mempersulit tapi ini buar masyarakat segera bangkit dari pandemi ini. Kalau tidak divaksin tidak selesai – selesai ini,” cetus Harianto. ( SK )