oleh

Sidang Lanjutan Perkara Karhutla, Saksi Ungkapkan Fakta Kejadian Di Lapangan

 21 total views

BANGKA — Sidang lanjutan perkara dugaan pembakaran hutan dan lahan, atau dugaan melakukan kegiatan perkebunan dan membawa alat berat di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri, dengan terdakwa Abd alias DK dan Her, kembali digelar di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Kelas 1B Sungailiat, pada Senin (24/02/2020) siang.

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Fatimah SH. MH, dengan Hakim Anggota Arief Kadarmo SH. MH dan Dewi Sulistiarini SH, dibantu Panitera Pengganti Fery Setiawan SH, Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Bangka, Pengki Indra SH. MH, kedua terdakwa didampingi tim penasehat hukumnya dari Kantor Hukum Firdaus Juwaid & Rekan.

Pada sidang dengan acara mendengarkan keterangan saksi-saksi ini, Jaksa Penuntut Umum Pengki Indra, menghadirkan IPDA Cecep Supriyadi, Kanit Reskrim Polsek Merawang, sebagai saksi fakta dalam perkara Karhutla tersebut.

Dalam keterangannya di muka persidangan yang dibuka untuk umum itu, saksi IPDA Cecep Supriyadi menerangkan dari awal kronologis perkara yang menyeret terdakwa DK, yang disebut saksi sebagai salah satu tokoh masyarakat.

Menurut saksi IPDA Cecep Supriyadi, awal perkara itu ketika Kapolsek Merawang menerima informasi langsung dari Aspri Kapolda Babel, tentang adanya kebakaran di sekitar wilayah Desa Air Anyir, pada tanggal 23 September 2019 silam.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Merawang beserta seluruh anggotanya langsung bergerak menuju lokasi kebakaran di maksud. Namun Bhabinamtibmas Desa Air Anyir, diperintahkan oleh Kapolsek untuk berangkat terlebih dahulu, baru kemudian saksi Cecep bersama Kapolsek Merawang menyusul ke lokasi.

“Saat tiba di lokasi tersebut, Saya melihat ada tumpukan kayu yang dibakar. Di sebelahnya juga dekat hutan, ada juga kebakaran. Saya juga satu unit alat berat jenis Eksavator mini warna hijau yang sedang bekerja. Kemudian Saya panggil operatornya yang bernama Davit. Di dekat alat berat itu ada saudara Her, kemudian kedua orang ini saya introgasi di pondok yang dekat lokasi, terkait aktifitas mereka di situ,” ungkap saksi IPDA Cecep Supriyadi menjawab pertanyaan JPU.

IPDA Cecep Supriyadi menuturkan, tujuan dia mengintrogasi kedua orang tersebut, untuk mengetahui lahan tersebut milik siapa? Dan siapa yang menyuruhnya? Dari jawaban Davit dan Her, terungkap bahwa lahan tersebut milik terdakwa DK. Dan kedua orang itu mengaku mereka bekerja dengan DK, dan disuruh membersihkan lahan tersebut.

“Dari keterangan dua orang itu, mengaku bahwa lahan itu milik saudara Abd. Mereka ini hanya bekerja, disuruh bersihkan lahan itu,” bebernya.

Saksi IPDA Cecep Supriyadi melanjutkan, sekira pukul 15.30 WIB, Kapolda Babel beserta pejabat utama tiba di lokasi, guna memantau langsung kondisi di lapangan. Kapolda sempat memintanya mencari operator alat berat dan pengurus lahan tersebut, untuk ditanyai secara langsung terkait kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, Kapolda dan pejabat utama tiba di lokasi. Kapolda minta dua orang (Davit dan Her) yang tadi saya introgasi untuk dibawa menghadapnya, Kapolda mau menanyakan langsung kepada kedua orang itu. Kapolda ingin mendengar langsung dari kedua orang itu, siapa pemilik lahan dan siapa yang menyuruh mereka?” terangnya.

Keterangan serupa disampaikan saksi IPDA Cecep Supriyadi, saat menjawab pertanyaan penasehat hukum terdakwa dan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Karhutla tersebut.

Bahkan, menurut saksi IPDA Cecep Supriyadi, terdakwa Abd sudah banyak membantu masyarakat sekitar. Hal itu terbukti dengan dibangunnya jalan menuju lokasi oleh terdakwa.

“Saudara Abd ini yang membangun jalan itu. Jadi semua masyarakat sekarang menggunakan jalan itu untuk pergi ke kebun. Karena dia memang tokoh masyarakat, yang sudah banyak membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.

Saat diberikan kesempatan menanggapi keterangan saksi fakta tersebut, kedua terdakwa Abd dan Her tidak menyangkalnya.

Ditemui usai sidang, JPU Pengki Indra SH. MH mengatakan, ada sekitar tujuh orang saksi-saksi dalam perkara Karhutla itu. Tiga di antaranya sudah memberikan keterangan, termasuk saksi fakta, IPDA Cecep Supriyadi.

“Intinya, dari keterangan saksi fakta tadi, itu sudah ada pembuktian, tinggal membuktikan lokasi (kawasan hutan atau tidak). Untuk saksi-saksi ada sekitar tujuh orang. Tiga di antaranya sudah didengarkan keterangannya, termasuk saksi fakta tadi. Sidang dilanjutkan hari Kamis,” kata dia.

Sementara tim penasehat hukum terdakwa, enggan berkomentar saat dimintai tanggapannya terkait perkara kliennya tersebut.

“Nanti saja kami memberikan tanggapan atau keterangan, setelah sidang (pembacaan) tuntutan,” ujar Budiono, salah satu tim penasehat hukum terdakwa.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat melalui Humas Arief Kadarmo mengungkapkan, sidang lanjutan akan digelar pada Kamis (27/02/2020) mendatang.

“Sidang lanjutan Kamis tanggal 27 Februari 2020,” demikian Arief Kadarmo. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed