oleh

Soal Indomaret, Begini Kata Molen

PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang, H. Maulan Aklil, angkat bicara terkait dengan kisruh kehadiran Indomaret yang menuai pro dan kontra di masyarakat Pangkalpinang.

Terkait masalah hadirnya Indomaret di Kota Pangkalpinang ini, kata Dia, akan lebih objektif jika bertanya langsung kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan . Maulan Aklil di Gedung Serbaguna PT. Timah Tbk, pada Kamis (22/08/2019) malam kemarin.

“Boleh tanya kepada masyarakat saja, lebih objektif. Tanya sama masyarakat sekitar, gimana pendapat mereka? Dan Alhamdulillah, masyarakat yang sudah bertemu saya, malah berterimakasih. Karena tempat mereka jadi rame, serta harga tanah diwilayah mereka jadi mahal,” ungkap pria yang akrab disapa Molen itu.

Dikatakannya, bahwa masyarakat Kota Pangkalpinang lebih banyak menerima kehadiran Indomaret ini.

“Siapapun boleh berinvestasi di Pangkalpinang ini. Sebenarnya ini keinginan dari masyarakat. Jujur, ya! Kehadiran mereka di sini, masyarakat ada yang pro dan kontra juga. Tapi setelah saya rasakan, justru mereka lebih banyak menerima, inilah kita yang objektifnya,” tuturnya.

Ia tak menampik, jika kehadiran Indomaret di Kota Pangkalpinang harus mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar.

“Yang paling penting mereka harus disetujui oleh masyarakat sekitar. Kan, ada perjanjian nya itu, kalau masyarakat sekitar menerima, oke silahkan,” imbuhnya.

Molen menegaskan, yang menentukan Indomaret boleh hadir di sini bukanlah dirinya sebagai Walikota, melainkan keinginan dari masyarakat juga.

“Yang menentukan Indomaret boleh ada di sini bukan Pak Walikota, perlu dipahami itu. Tetapi ini adalah keinginan dari masyarakat. Kalau masyarakat ingin, ya, kan masyarakat Pangkalpinang ini heterogen. Ya, maaf, ada yang pedagang kelontong, dan ada juga konsumen yang menginginkan itu,” tegasnya.

Molen juga menambahkan, keuntungan yang didapatkan atas kehadiran Indomaret ini hanya untuk masyarakat.

“Keuntungan untuk kita pribadi itu tidak ada. Keuntungan yang ada itu kepada masyarakat, dalam hal tenaga kerja, perekonomian hidup, yang pasti daerah itu jadi hidup,” jelasnya.

Ia juga melanjutkan, yang dilakukan hanyalah bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Itu tergantung dari penilaian masyarakat saja, silahkan nilai sendiri. Sebetulnya kalau saya dari pekerjaan ini, tidak mencari popularitas. Saya tidak melakukan pencitraan, dan yang saya lakukan hanyalah bekerja. Ini semuanya untuk kepentingan masyarakat. Ukuran saya kepada Allah SWT,” tegas Molen. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed