BANGKA — Pasca penyesuaian harga BBM yang mengalami kenaikan baru-baru ini, penyaluran BBM di Kecamatan Belinyu masih tergolong kondusif dan bisa dikatakan tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Belinyu, Lingga Pranata, Kamis (08/09) pagi, saat ditemui di rumah dinasnya. Menurut Lingga, penyaluran BBM ditiga SPBU yang ada di Kecamatan Belinyu bisa dikatakan kondusif dan hampir tidak ada permasalahan.

” Untuk penyaluran BBM di Kecamatan Belinyu sampai hari ini kondusif dan lancar. Sehingga tidak ada beberapa permasalahan dibeberapa SPBU yang ada di Kecamatan Belinyu. Jadi bisa dikatakan kondusif dan bisa tepat sasaran,” kata Lingga.

Kapolsek Belinyu, diwakili Kanit Intelkam Polsek Belinyu Aipda Ademi mengatakan, pasca penyesuaian harga BBM. Penyaluran BBM di Kecamatan Belinyu tergolong kondusif. Tidak ada antrian panjang kendaraan. Para personel Polsek Belinyu pun diturunkan disetiap SPBU yang ada di Kecamatan Belinyu guna melakukan pengamanan.

” Tidak ada tumpukan para pengerit. Tidak ada antrian panjang. Penyalurannya juga tepat sasaran. Setiap hari kita lakukan pengamanan. Para personil diploting Pam yang ditempatkan di tiga SPBU yang ada di Kecamatan Belinyu,” kata Aipda Ademi, di Polsek Belinyu.

Tujuan pengamanan itu lanjut Ademi, guna memberikan kelancaran terhadap para konsumen di SPBU, memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan serta untuk mencegah adanya penyelewangan BBM bersubsidi.

Sementara dari pihak Polres Bangka sendiri mengatakan hal yang sama. Kapolres Bangka, diwakili Wakapolres Kompol Robertus Wardhana pada konfrensi pers, Rabu kemarin mengungkapkan, BBM merupakan atensi khusus dari pimpinan untuk dilakukan pengawalan.

Kata Kompol Robertus, sejumlah personel pengamanan diterjunkan disetiap SPBU yang ada di Kabupaten Bangka, guna melakukan pengamanan.

” Karena BBM ini merupakan atensi, jadi kita lakukan pengawalan. Boleh cek sekarang, kita sudah tempatkan anggota di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Bangka untuk melakukan pengamanan. Allhamdulillah, tidak ada lagi antrian panjang, membeli menggunakan jerigen atau istilah ngerit,” kata Kompol Robertus. (Randhu)