oleh

SPDP Diterima Tanpa Nama Tersangka

PANGKALPINANG — Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Roy Arland, menyatakan telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) terkait tangkapan lima kapal oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesi, Selasa (3/9/2019) kemarin.

Demikian diungkapkan Roy Arland di ruang kerjanya, pada Rabu (04/09/2019). Namun dalam SPDP yang dikirim tersebut belum ada nama tersangka.

“Kemarin SPDP-nya dikirim ke kami (kejati). Ada tiga berkas kapal yang dikirim, tapi belum ada nama tersangkanya,” ungkapnya.

Roy mengatakan, tidak ada tersangka bukan menjadi masalah, karena kasus itu masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Polair Polda Babel.

“Tidak ada tersangkanya tidak masalah, tapi cukup aneh. Karena baru sekali ini berkas mau dilimpahkan, tapi tidak ada nama tersangkanya. Kalau mau jelasnya, silahkan tanya langsung ke Polair,” kata Roy.

Disebutkan Roy, tiga kapal yang diterima SPDP-nya adalah Kapal MT Anugerah Dewi 15, Kapal KM Bima Andalan, dan Kapal SPO Tisya 9 dan SPOB Rezki.

“Mungkin masih penyelidikan, bisa jadi nanti ada tersangkanya. Mereka ada SOP, kita juga ada SOP, ” tegas Roy.

Terpisah, Direktur Polair Polda Babel, Kombes Pol Muchamad Zainul saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut ditangani oleh Subdit Gakkum, bukan di Subdit Satuan Patroli.

“Jadi terkait perkembangan proses penyidikan ada di Subdit Gakkum,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Isap Produksi sebelumya melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD), dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB).

Hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap, tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap.

Tangkapan Kapal Patroli KN Bintang Laut – 401 Bakamla itu berawal dari informasi masyarakat, tentang aktivitas peredaran BBM ilegal di wilayah perairan Bangka Belitung. Berbekal informasi tersebut, Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla, Margono, terus melaksanakan operasi di wilayah Bangka Belitung. Dari hasil operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT).

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda, bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

Kemudian tim juga memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak.

Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

Tim khusus juga memeriksa kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi. Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed