oleh

Stok Hewan Kurban Masih Kurang

BANGKA BARAT — Lebaran Idul Adha 1443 Hijriyah tinggal seminggu lagi, namun stok hewan ternak untuk keperluan kurban di Kabupaten Bangka Barat diperkirakan masih kurang.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat, sapi yang tersedia saat ini hanya sekitar 270 ekor, sementara kambing sebanyak kurang lebih 900 ekor.

Menurut Kabid Peternakan, Distangan Bangka Barat Agung Ari Wibowo, jumlah tersebut merupakan hasil rekap dari minggu sebelumnya.

” Kalau minggu ini belum merekap.Kalau dalam suasana seperti ini kelihatannya kami memperkirakan itu tidak mencukupi, namun tidak terlalu banyak,” ujar Agung.

Agung berharap dalam waktu dekat hewan – hewan ternak dapat masuk lagi ke Bangka Barat sehingga kekurangan tersebut bisa tercukupi. Untuk itu pihaknya terus melakukan pemantauan setiap hari.

Dikatakannya, tim penyuluh lapangan mengirimkan laporan ke Distangan setiap hari, sedangkan pihaknya sendiri melapor ke pemerintah provinsi.

Sementara itu terkait Penyakit Mulut dan Kuku, menurut Agung sejauh ini belum ada peternak yang datang ke Distangan untuk pembuatan sertifikat veteriner. Untuk itu ia berencana jemput bola dengan menerjunkan tim dari masing – masing kecamatan.

” Sertifikat masih belum ada yang menghubungi dinas, kemungkinan nanti H-4 sudah banyak dan rencana akan menerjunkan tim dari masing – masing kecamatan untuk memudahkan ketika pelaku usaha mau mengirimkan atau melalu lintaskan mereka,” katanya.

Dia menegaskan sertifikat veteriner sangat penting dan harus ada dalam situasi PMK yang mewabah belakangan ini. Tujuannya agar masyarakat yang hendak melakukan kurban merasa yakin hewan ternak yang ia beli tidak terpapar PMK, atau minimal sudah diperiksa terlebih dahulu sebelum kurban dilaksanakan.

Menurut Agung, wabah PMK di Bangka Barat cenderung meningkat. Saat ini sudah 163 ekor sapi terkonfirmasi positif terpapar penyakit tersebut.

” Kalau untuk Bangka Barat trend PMK meningkat, artinya kita terus melakukan penanganan terhadap kasus – kasus dan kita treatment dari dinas berupa pengobatan dan memberikan edukasi ke masyarakat juga, data terakhir sekitar 163 hewan sapi,” ujar Agung. ( SK )