oleh

Suasana Haru Saat Satgas TMMD Tlogosari Berpamitan Dengan Warga

Situbondo – Pagi ini baru pukul 10.00 WIB, sinar matahari juga belum begitu terik, tidak seperti biasanya Pak Tuki masih santai rumahnya yang sederhana itu, ditemani oleh istri tercintanya.

Jam segini biasanya Pak Tuki sudah berangkat keladang cari rumput untuk ternaknya. Begitu juga Bu Tuki, jam segini biasanya masih masak di dapur untuk menyiapkan makan siang keluarga mereka.

Suami istri yang sudah sangat berumur ini adalah sosok keluarga yang ramah, baik dan humanis kepada siapapun, termasuk kepada kami tim peliput berita TMMD reguler ke 107 Kodim 0823/Situbondo di desa Tlogosari.

Hampir setiap hari kami singgah di rumah beliau, tidak segan segan pak Tuki pasti menyediakan teh manis maupun sekedar air putih serta singkong rebus untuk kami
Bahkan kami sering bercengkrama, bertukar pikiran tentang kehidupan di desa dan kebaikan desa Tlogosari ini.

Walaupun sudah berumur pak Tuki ini adalah sosok yang idealis dan humoris dalam merembuk atau membahas sesuatu, terutama tentang kemajuan desanya.
Dalam berkomunikasi sering kali kami terjebak dalam beda pandangan, namun pak Tuki selalu bisa menetralisir situasi sambil mengeluarkan senjata andalanya, yaitu candaannya yang khas orang desa, sehingga kami hanya bisa tersenyum kalah.

Namun pagi ini jelas mereka tampak beda. Raut wajah kedua orang tua tersebut begitu kosong dan sayu, seakan akan memendam kesedihan yang mendalam.
Ketika kami datang, sontak kami sapa beliau karena ada yang mengganjal dipikiran kami.

“Met pagi pak,..gimana kabarnya? kok agak lesu..apa bapak kurang sehat?” tanyaku.

Pak Tuki hanya diam dan tersenyum kecil.. kemudian berkata “kok cepet sekali ya nak..”!

“Rasanya baru kemarin kita ini ketemu, kenalan dan sering guyonan, tapi besuk pagi kita sudah tidak ketemu lagi, “ucapnya sembari mengusap air matanya yang akan menetes.

Ternyata pak Tuki ini merasa kehilangan kita, karena besuk pagi hari Selasa tanggal 14 April 2020 TMMD 107 ini selesai sehingga tidak bisa bertemu lagi dengan kita.

Kemudian salah satu dari kami, Prada petrus mencoba menyapa dan menghibur pak Tuki dan istrinya.

“Pak kami mewakili teman teman TNI yang lain, kami mohon diri dan mengucapkan terimakasih atas segala perhatian dan bantuan dari pak Tuki sekeluarga, kami mohon maaf atas khilaf dan kesalahan kami selama kami disini. Percayalah pak, kita ini sudah menjadi anak dan bagian dari keluarga besar pak Tuki semua,
karena TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia. Termasuk pak Tuki kan.. he he he… mungkin lain kali kita akan sowan kemari lagi dalam suasana yang berbeda,kami nitip pak Tuki sekeluarga jaga kesehatan ya, “ucap Praka M. Ali.

Kemudian kami berdua pamit mohon diri sembari bersalaman dan memeluk pak Tuki. Begitu dekatnya hubungan kami dengan masyarakat desa Tlogosari ,termasuk keluarga pak Tuki selama satu bulan ini, bahkan kami sudah merasa seperti keluarga sendiri.

Doa kami,semoga pak Tuki sekeluarga senantiasa diberi kesehatan dan umur yang panjang oleh Allah SWT. Amin. (Rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed