oleh

Sudah 50 Tahun Menjadi Pengrajin Alat Musik Dambus, Zaroti: Agar Tak Hilang Ditelan Jaman

PANGKALPINANG — Ditengah perubahan jaman yang saat ini semua orang – orang terfokus pada canggihnya teknologi, membuat alat musik tradisional dambus asal Bangka Belitung mulai berkurang peminatnya.

Namun demikian, seorang bapak paruh baya, Zaroti warga Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, tetap masih memilih menjadi pengrajin dambus demi melestarikan maupun mempertahankan alat musik ini agar tidak hilang termakan oleh jaman.

Bahkan alat musik dambusnya pun mampu menembus pasaran internasional seperti Jepang, Malaysia, Australia, maupun China.

Diakuinya, dirinya menggenal alat musik dambus sejak berusia 14 tahun dan menjadi pengrajin dambus sejak tahun 2000 lalu.

“Saya mencintai dambus sejak 50 tahun silam hingga kini umur saya 64 tahun,” ungkap Maestro Dambus ini, Kamis (05/02/2020).

Kehidupan Zaroti begitu kental dengan alat musik dambus bahkan ia sendiri merupakan generasi ke tiga keturunan dalam pembuatan dambus.

Lebih lanjut diceritakannya, membuat dambus dan memainkan dambus sangat menyenangkan. Untuk membuat satu dambus dibutuhkan waktu kurang lebih 15 hari.

“Mulai dari memilih kayu. Memahat serta Membentuk dambus setengah jadi dan memasang tali hingga terbentuk suatu ruangan yang menghasilkan bunyi,” terangnya.

Tak heran jika bapak berusia 64 tahun ini sudah banyak meraih penghargaan baik itu dari Kabupaten Kota hingga dari Kementrian Kebudayaan.

Untuk harga satu dambus milik Zaroti dihargai mulai dari Rp 2.500.000 sampai Rp 3.500.000 tergantung ukuran.

Sementara itu, Budayawan Bangka Belitung Ahmad Elfian menyebutkan, dambus sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional atau WBTB Nasional.

“Saya sebagai budayawan sudah menggali mengidentifikasi itu. Mengajukan bersama- sama dengan Balai BPNB, UPT dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah ditetapkan pada tahun 2013 sekaligus ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional (WBTB Nasional),” tukasnya. (Rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed