oleh

Sukirman Sebut Ada KTP Warga yang Mati, Markus Heran karena KTP Berlaku Seumur Hidup

BANGKA BARAT — Debat publik calon bupati dan wakil bupati Bangka Barat pemilihan 2020 bertema, Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik
yang digelar KPU di Hotel Pasadena, Muntok, Rabu ( 11/11/2020 ) malam berlangsung cukup panas, terutama antara paslon nomor urut 1, Markus – Badri Syamsu dengan paslon nomor urut 2, Sukirman – Bong Ming Ming.

Saat mendapat giliran mengajukan pertanyaan, petahana Markus menyoal program mewujudkan sistem pelayanan publik yang tertata, cepat, mudah melayani berbasis teknologi sampai tingkat pedesaan yang diusung Sukirman dan Bong Ming Ming.

” Bagaimana implementasinya? Apakah saudara tahu bahwa Bangka Barat sekarang sudah sistem online, OSS, perizinan semua online, ini yang harus bapak sampaikan biar masyarakat memahami apa yang akan bapak lakukan nanti?,” kata Markus.

Menanggapi pertanyaan Markus, H. Sukirman mengaku bingung. Pasalnya, pelayanan publik Bangka Barat sudah terintegrasi dengan sistem digitalisasi, tetapi menurut dia, pelayanan publik pada kenyataannya masih lemah sekali.

” Kami ingin seperti katakanlah untuk pengurusan KTP. Betul itu gratis, tapi ada KTP kawan yang sudah mati, kemudian sampai hari ini juga tidak tumbuh – tumbuh, itu apa penyebabnya? Karena dari mulai pimpinan diatas sampai ke bawahnya tidak terintegrasi,” tuding Sukirman.

Dia mengatakan, pihaknya nanti akan mempermudah masyarakat dalam pelayanan pembuatan KTP, termasuk memperpanjang KTP yang sudah habis masa berlakunya.

” Kita ingin melakukan seperti pelayanan KTP pada saat satu orang ibarat KTP-nya habis di bulan Desember, dengan sistem tersebut maka sudah tidak perlu repot – repot lagi, Dukcapil tinggal memberi pelayanan tersebut sehingga masyarakat tidak merasa sulit dengan melaksanakan itu,” jelasnya.

Dia juga menilai pelayan perizinan yang ada sekarang ini masih lambat.

” Benar perizinan sekarang ini katanya sudah cepat, tapi kenyataannya banyak yang sudah berjalan tapi perizinannya nggak selesai – selesai tuh,” cetusnya.

Sementara itu, calon wakil bupati paslon nomor urut 2, Bong Ming Ming juga menyentil tentang perizinan. Dia mencontohkan masalah masyarakat Desa Tanjung Niur yang meminta surat rekomendasi untuk membuat alur tambatan perahu.

” Contoh masyarakat Tanjung Niur, hanya minta surat rekomendasi untuk mereka membuat alur tambatan perahu, berbulan – bulan mereka membuat izin itu, mereka mengajukan sampai diadvokasi oleh kawan – kawan DPRD, baru selesai, hanya rekomendasi, dimana cepatnya?,” tanya Ming Ming.

Mantan anggota DPRD Provinsi Babel ini memaparkan, mereka akan memulai program pelayanan cepat dan mudah berbasis teknologi dari pedesaan. Pihaknya akan mendorong masuknya jaringan internet hingga ke pelosok desa sehingga pelayanan publik bisa dilakukan dengan mudah.

” Pembuatan KTP cukup dari desa, tidak perlu lagi ke Dukcapil, semua bisa terintegrasi dengan digitalisasi, hal itu mudah sebenarnya. Mungkin yang sudah bapak lakukan hari ini sudah baik, Insya Allah kami akan meningkatkannya jauh lebih baik lagi ke depannya, mempersiapkan perangkatnya, mempersiapkan SDM-nya, dengan seperti itu Insya Allah Bangka Barat akan mempermudah pelayanan publik dan sebagainya,” ucap Ming Ming.

” Semua pelayanan publik Kabupaten Bangka Barat bisa diakses di website Bangka Barat, kita umumkan, sudah sejauh mana bapak membuktikan, memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kami sudah punya website Bangka Barat yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat Bangka Barat, itu yang belum saya lihat, itu yang akan kita lakukan,” sambung Ming Ming.

Saat mendapat giliran untuk menyanggah, calon bupati nomor urut 1, Markus mengaku bingung dengan pernyataan H. Sukirman yang mengatakan ada KTP warga yang habis masa berlakunya atau mati. Sebab kata Markus, sekarang ini KTP berlaku seumur hidup.

” Saya bingung juga ada KTP mati, setahu saya KTP ( berlaku ) seumur hidup Pak, kalau masih ada yang mati orang itu mungkin tidak begitu peduli,” ujarnya.

Sebagai petahana, Markus mengatakan pihaknya dengan program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi ( GISA ) sudah melayani pembuatan KTP hingga ke pedesaan, bahkan staf pegawai Dukcapil pun sampai menginap di desa – desa. Menurut Markus, sekarang ini tidak ada lagi masyarakat yang tidak mempunyai KTP.

” Sampai saat ini semua punya KTP Pak, data kita jelas. Kita bukan asumsi tapi data kita riil, bahwa masyarakat kita tidak ada lagi yang tidak punya KTP, karena program kita sangat membantu, langsung turun ke desa – desa, dengan program GISA. Pelayanan sangat mudah, bahkan staf kita menginap di desa – desa. Ini sudah kita lakukan, sudah berjalan,” kata Markus.

” Makanya saya heran katanya KTP-nya mati, setahu saya KTP itu seumur hidup, saya bingung juga, artinya orang itu memang tidak perduli. GISA ini sudah jalan, sudah diapresiasi oleh Dirjen Dukcapil, bahwa apa yang sudah saya lakukan ini salah satu pelayanan publik yang sangat baik, sangat cepat, langsung menyentuh ke masyarakat, datang ke masyarakat, datang menginap di desa – desa untuk melakukan pelayanan publik pembuatan KTP. Ini sudah kita lakukan,” pungkasnya. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan