oleh

Tak Ingin Berpangku Tangan Diserang Banjir, Pemda Babar Bangun Check Dam

BANGKA BARAT — Munculnya inisiatif Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk membangun Check Dam dilatarbelakangi dari rencana Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk membantu mengatasi banjir di Bangka Barat yang tak kunjung terlaksana.

” Asal mulanya gini, karena jamannya Pak Bupati yang lama itu, Pak Parhan, kita didatangi banjir ini, kita ini berpangku tangan, jadi seakan – akan kita lepas ini kan, jadi nunggu dari Pusat, rencana kolong retensi itu belum terlaksana, Provinsi banyak survey – survey tapi belum juga. Jadi coba lah, berbuat lah dulu,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Bangka Barat, Suharli diruang kerjanya, Kamis ( 2/1/2020 ) siang.

Didasari rencana untuk berbuat tersebut, pihaknya pun kata Suharli turun ke lokasi di Kampung Ciulong, Muntok. Dalam hal ini, pihaknya juga meminta bantuan pihak konsultan dengan budget yang disesuaikan.

” Seharusnya itu ditender, cuma karena ini minta bantuan kalau bisa memberikan yang kita gambarkan di lokasi itu, akhirnya mereka membuat, nah ini lah hasilnya walaupun masih banyak kami rombak untuk perhitungan – perhitungannya itu,” paparnya.

Setelah semua perhitungan rampung kata dia, Pemkab Bangka Barat pun melaksanakan pembangunan Check Dam yang dikerjakan PT. Citra Jaya Mandiri dari Sungailiat dengan nilai kontrak sebesar Rp. 9, 6 milyar dari APBD.

Lanjut Suharli, setelah pembangunan Check Dam terealisasi, baru muncul Pemerintah Provinsi Babel yang berencana membangun Kolong Retensi.

” Setelah kita ini baru muncul Provinsi mau membuat kolong . Kita sudah lakukan appraisal, tahun ini anggarannya mereka tinggal melakukan tender,” ujar Suharli.

Dia optimis, dengan adanya Check Dam dan Kolong Retensi, banjir di Bangka Barat dapat diatasi.

” Dengan adanya Check Dam dan Kolong Retensi mudah – mudahan tertanganilah banjir Bangka Barat ini. Jadi tampungan air itu pertama di tahan di Check Dam kemudian masuk ke Kolong Retensi, dari Kolong Retensi baru buang lagi jadi dua kali ketahan. Apalagi misalnya Pusat yang kalau jadi Kolong Menumbing itu tambah lagi, nggak ada lagi banjir kemungkinan,” harap Suharli. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed