Tambang Timah Ilegal Di Hutan Lindung Picu Konflik Sosial Antar Warga

HEADLINE135 Dilihat

BANGKA TENGAH — Aktivitas penambangan Timah Ilegal di kawasan Hutan Lindung Kuruk Dusun B1 Desa Lubuk Simpang, Kecamatan Lubuk Besar, sampai saat ini masih tetap berlangsung.

Apabila hal itu di diamkan akan memicu konflik sosial antar kampung, karena warga yang menolak aktivitas penambangan tersebut harus berhadapan dengan warga lainnya, yang merupakan para penambang atau “kaki tangan Bos Tambang”.

Untuk memuluskan atau melancarkan aktivitasnya, para penambang yang di wakili oleh sepuluh orang mendatangi Kantor DPRD Bangka Tengah, dan meminta kepada Ketua DPRD Algafri Rahman untuk tetap beraktivitas menambang timah di kawasan Hutan Lindung.

“Saya sebagai korban yang pernah masuk penjara gara-gara menambang di HL, dan juga mewakili kawan-kawan yang masih di penjara, tetap menginginkan tambang di Kuruk tetap berjalan seperti biasanya,” ujar Abem salah seorang perwakilan penambang, Senin (06/05/2019) di kantor DPRD Bateng.

Mardianto, Kepala Desa Lubuk Simpang menyampaikan hasil dari pertemuan dengan Bupati Bangka Tengah, yang meminta para penambang untuk menenangkan diri dahulu, dan masyarakat lebih bisa menahan diri, sampai ada keputusan terbaik.

“Kalau kata Bapak Bupati tadi diminta untuk menenangkan diri dan diangkat dahulu dari sana, masyarakat juga diminta untuk bisa menahan diri, intinya harus di angkat,” ungkap Mardianto.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sebagai masyarakat pihaknya tetap menolak aktivitas penambangan di Kawasan HL tersebut.

“Kami dengan tegas tetap menolak adanya aktivitas penambangan di Kuruk. Warga Lubuk Besar berkomitmen tetap menginginkan wilayah Kuruk terbebas dari aktivitas penambangan,” kata Dia.

Disinggung apakah ada oknum yang membekingi aktivitas tersebut dirinya mengatakan, menurut isu yang beredar di masyarakat ada keterlibatan oknum, namun hal itu juga masih sebatas isu.

“Isunya yang beredar di masyarakat ada dugaan keterlibatan oknum yang membekingi di sana, itu masih isu, ya?elum begitu jelas juga dan belum ada bukti,” ungkapnya.

Ditanyakan apakah ada intervensi dari pihak-pihak yang selama ini menginginkan adanya pertambangan di kawasan HL, Mardianto membantah kabar itu.

“Kalau intervensi selama ini tidak ada, cuma beberapa kali di himbau mereka tetap tidak mau mengangkat peralatan menambangnya dari sana,” ujarnya.

Dirinya juga berharap aparat terkait dapat menindak tegas para penambang yang masih beraktivitas di daerah Kuruk, demi tercapainya ketertiban dan keamanan, serta kedamaian di Lubuk Besar.

“Berharap aparat keamanan menindak tegas para penambang illegal di san. Semakin dibiarkan aktivitas tersebut dibiarkan, sehingga penambangan semakin bertambah dan tidak terbendung, dikhawatirkan merambah Hutan Bakau. Sampai saat ini masyarakat Lubuk Besar masih mempercayai para aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku tambang tersebut,” pungkasnya. (Yan)

Tinggalkan Balasan