oleh

Tanggapan Caleg Perempuan terhadap Acara Ngopi KPU Bangka Barat

BANGKA BARAT – Acara Ngopi ( Ngobrol tentang Pemilu ) dengan tema ” Peran Perempuan Dalam Kampanye Pemilu 2019 ” yang digelar Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Bangka Barat di Kedai Kepo, Muntok, Jum’at ( 15/2/2019 ) sore, mendapat respon positif dari para caleg perempuan.

Hal itu diungkapkan Ika Indriani Sari, S. Ag, caleg perempuan dari Partai Nasdem yang hadir dalam acara ini. Menurut Ika, acara yang digagas KPU tersebut sangat bagus. bahkan dia memang mengharapkan kegiatan seperti ini dilaksanakan penyelenggara Pemilu.

” Karena peran wanita disini saya lihat, caleg yang diundang memang tidak keseluruhan, dua orang dari tiap Parpol, paling tidak ada yang ingin disampaikan para caleg disini. Jadi tidak hanya dia ngomel – ngomel di dalam, tapi dia bisa berekspresi disini,” ujar Ika, saat ditemui awak media usai acara.

Selain itu, lanjut dia, dari acara ini dapat dilihat minat perempuan terhadap politik, terutama dalam Pemilu Legislatif yang didominasi laki – laki.

” Bagaimana sih caleg perempuan itu berperan, tidak hanya pelengkap, tidak hanya memenuhi kuota 30%, tapi kelihatan bagaimana apresiasi perempuan itu terhadap politik, terhadap legislatif. Berarti mereka itu ingin disamakan dengan laki – laki,” tukasnya.

Ika menampik caleg perempuan banyak yang tidak mengetahui aturan dalam kampanye. Dia menegaskan, mengenai aturan dalam berkampanye sebelumnya sudah diinformasikan oleh KPU.

” Kita bisa membaca Undang – Undang Pemilu. Itu kalau dulu ada di Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2011, sekarang ada lagi diperbarui di Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017. Nah, di Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 itu bisa kita pelajari bagaimana Pemilihan Umum itu. Disana sudah tercakup tiga item, ada tentang DPR juga disitu, jadi lebih ringkas dan bisa kita pelajari di Undang – Undang itu,” jelas Ika.

” Mudah – mudahan sudah tercover semua, dari mulai APK, dari awalnya, ada perubahan – perubahan, nah itu bisa dilihat dari PKPU,” sambungnya.

Ika menegaskan pentingnya peran wanita dalam politik. Dia berharap kedepan, wanita dalam Pemilu tidak lagi sebagai pelengkap untuk memenuhi kuota 30 persen, tapi berperan aktif seperti caleg laki – laki.

” Jadi tidak ada disini laki – laki dan perempuan, tapi kita melihat kesetaraan gender,” pungkasnya. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed