oleh

Tanggapi Penolakan Nelayan, UPLB PT. Timah: Kita Tampung Dulu

BANGKA BARAT — Perwakilan Unit Penambangan Laut Bangka ( UPLB ) PT. Timah. Tbk, Benny Purydar yang turut hadir pada audiensi nelayan dari empat desa di OR II Setda Bangka Barat, Rabu ( 30/9 ) angkat bicara menanggapi penolakan para nelayan terhadap Tambang Inkonvensional ( TI ) Bembang.

Menurutnya, titik koordinat wilayah operasi CV. Antassalam Jebus berada di perairan Laut Bembang, Desa Sungai Buluh. Meskipun wilayah tersebut berkapasitas 33 unit, namun dilapangan baru 13 unit ponton yang diturunkan.

” Disini kami sampaikan, CV. Antassalam ini bekerja di lokasi di daerah laut Bembang Sungai Buluh, dengan kapasitas 33 unit. Namun area di lapangan itu ponton yang beroperasi itu baru 13 unit,” ujar Benny.

Dia menjelaskan, sebelum beroperasi, biasanya mitra usaha mengajukan permohonan ke PT. Timah dan melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat.

” Sosialisasi kepada masyarakat itu ada ring 1, ring 2 hingga ring 3. Misalnya ring 1 itu yang terdampak langsung dengan aktivitas penambangan, ring 2 berdekatan dengan wilayah tersebut,” terangnya.

Sosialisasi itu pun kata dia telah dilakukan CV. Antassalam yang difokuskan di Desa Sungai Buluh dan sekitarnya. Bahkan CV. Antassalam sebut Benny, telah mengirimkan permohonan sosialisasi serta dukungan masyarakat Desa Sungai Buluh untuk mengajukan aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

” Untuk hal – hal yang menyangkut permasalahan pihak nelayan dari wilayah lain mungkin hari ini kami tampung dulu untuk disampaikan ke atasan hasil pertemuan haru ini agar diambil tindakan,” pungkasnya. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan