oleh

Tanpa Regulasi, Ada Potensi Konflik di Tambang Ilegal

BANGKA TENGAH — Aktivitas penambangan timah Ilegal di Kolong Merbuk, Kenari, dan Pungguk, eks tambang PT Kobatin di Koba, Bangka Tengah, berpotensi mengundang konflik antar sesama penambang.

Seperti yang terjadi pada Rabu (31/03) sore dimana beberapa penambang terlibat percekcokan antar penambang, dan hal ini menimbulkan keresahan di masyarakat.

Menanggapinya hal itu, Praktisi Hukum dari Kantor Hukum Simpul Syahrial mengatakan, bahwa pontensi konflik antar penambang timah sudah di prediksi sebelumnya akan terjadi. Karena menurutnya, kegiatan ilegal tersebut tidak memilik regulasi dan kepastian hukum.

“Konflik inilah yang akan terjadi kalau tetap di biarkan akan semakin besar dan ini sudah di prediksi akan terjadi, yang menjadi memicunya penambang melakukan tindakan yang menurut mereka benar, agar tidak terjadi konflik harus ada cara lebih persuasif dan harus ada institusi yang bisa memberikan solusi serta kepastian hukum terhdap aktivitas tersebut,” ujarnya Rabu (31/03).

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah daerah dalam hal eksekutif dan legislatif harus mengambil sikap tegas, mencari jalan yang lebih tepat untuk mengatasi aktivitas penambangan di kawasan terlarang itu.

“Pemangku kepentingan harus mengambil sikap tegas untuk masalah ini, kalau berbicara kepentingan, semua orang punya kepentingan, kita memiliki pemimpin dengan kekuasaan serta kebijakan nya, tentu ini bisa mengatur regulasi penambangan ini,” terangnya.

Lanjutnya, apabila berbicara masalah hukum secara aturan itu salah, tidak ada yang kebal hukum dan bisa di proses secara hukum.

“Tidak ada yang kebal hukum, semuanya sama dimata hukum , salah tetap salah, benar tetap benar, namun semuanya kembali kepada pemangku kepentingan, mau apa tidak, dan yang pasti kegiatan Ilegal ini tidak bisa di biarkan, karena yang rugi adalah masyarakat dan pemerintah, masyarakat di rugikan karena konflik, sedangkan pemerintah daerah dirugikan tidak adanya PAD untuk daerah, kalau ini di legalkan tentunya menghasilkan PAD yang cukup besar. (Hari Yana)

Komentar

Tinggalkan Balasan