oleh

Terkait Timbunan Limbah B3 di RSUD, Ini Penjelasan Pihak Manajemen

 24 total views

 

PANGKALPINANG — Limbah Bahan Berbahaya Beracun atau dikenal dengan sebutan B3, adalah zat atau bahan-bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, dan atau lingkungan hidup pada umumnya. Karena sifat-sifatnya itu, bahan berbahaya dan beracun, serta limbahnya memerlukan penanganan yang khusus.

Selanjutnya, dalam sebuah kunjungan tidak sengaja ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang siang tadi, awak media mendapat kabar terkait adanya dugaan tumpukan limbah B3 di pelataran belakang rumah sakit tersebut, Kamis (25/07/2019).

Menurut salah satu pengunjung RSUD Depati Hamzah, sebut saja Dar, warga Pangkalpinang mengatakan, bahwa tumpukan limbah tadi sebelumnya dalam posisi hanya dibungkus plastik kuning.

“Awalnya cuma pakai plastik kuning saja, macam kantong kresek gitu pak, dan baunya lumayan menyengat. Sekarang memang sudah dibungkus plastik tebal warna hitam, seperti bapak lihat itu di belakang,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Depati Hamzah, Nugroho Muji Pamungkas, saat dikonfirmasi via pesan instant WhatsApp tak menampik adanya tumpukan limbah tersebut. Dia mengatakan, bahwa terkait proses perizinan yang dibutuhkan untuk pengambilan tindakan soal limbah B3, dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta kondisinya saat ini sedang diproses, dan membutuhkan waktu 14 hari kerja.

“Staf kami saat ini sedang ke Kantor Kementrian Lingkungan Hidup di Jakarta,” tulisnya Kamis sore.

Tak hanya itu, ketika dikonfirmasi terkait solusi yang akan diambil pihak manajemen Rumah Sakit terhadap tumpukan limbah B3 yang masih teronggok di halaman belakang RSUD Depati Hamzah, Nugroho menjawab diplomatis.

“(Memang) ada permasalahan teknis pada sistem elektronik (aplikasi manifest elektronik). Mudah mudahan dalam waktu dekat selesai. Terima kasih,” kata Dia. (Red/3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed