oleh

Tersangka Pelaku Pembunuhan Nek Nur Diamankan

BANGKA TENGAH — Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Nek Nur (70), warga Desa Sungkap, Kecamatan Simpang Katis, pada Minggu (28/7/2019) lalu akhirnya terungkap.

Setelah tim gabungan Opsnal Polres Bangka dan Polsek Simpang Katis melakukan penyelidikan serta olah TKP, dan mengumpulkan keterangan saksi – saksi. Pada saat olah TKP, penyidik menemukan sidik jari disekitar TKP yang identik dengan sidik jari pelaku. Berdasarkan bukti yang didapatkan tersebut, akhirnya Polisi menetapkan WR (18) sebagai tersangka pelaku penganiayaan yang menewaskan Nek Nur.

Tersangka WR ini merupakan Cucu korban (Nek Nur), diamankan Tim gabungan Opsnal Polres Bangka Tengah dan Polsek Simpang Katis, saat berada samping rumah paman pelaku yang berada di Desa Celuak, Selasa (30/07/2019) sekira ukul 22.00 WIB.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang mengatakan, Polisi melakukan penangkapan tersangka pelaku penganiayaan terhadap Neneknya sendiri, seperti yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-265/VII/2019/Babel/Res Bateng/Sek Katis, tanggal 28 Juli 2019.

“Monifnya, karena tersangka ini merasa kesal sering dimarahi korban yang merupakan Nenek tersangka. Kita lakukan penangkapan saat pelaku berada disamping rumah pamannya, dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan menyebabkan korban meninggal dunia, seperti yang dimaksud dalam Pasal 351 ayat 3 KUHP,” ungkap AKBP Ludy Bard Sitanggang, didampingi Kapolsek Simpang Katis AKP Raden Hasir, Kabag Ops AKP Adi Purwanto, dan Kasat Reskrim AKP Robby Ansyari, saat Jumpa Pers di Mapolres Bateng pada Kamis (01/08/2019).

Dilanjutkan Kapolres, saat dilakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim Polsek Simpang Katis, tersangka WR menerangkan dan mengakui dirinya telah melakukan penganiayan terhadap korban, dengan menggunakan kepalan tangan kanan secara berulang-ulang.

” Tersangka ini melakukan penganiayaan dengan cara memukul hingga korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. Usai pelaku melakukan penganiayaan, lalu mengikat kedua tangan korban dengan mengunakan tali. Setelah itu mengacak-acak rumah, seperti baju dalam lemari dikeluarkan, perabotan rumah tangga, dengan tujuan membuat orang percaya kalau perbuatan tersebut dilakukan oleh orang lain yang melakukan pencurian. Saat ini tersangka bersama barang bukti berupa satu stelan baju tersangka, jilbab dan baju korban, sehelai seprai yang digunakan untuk mengelap darah dilantai, sebilah pisau, sudah kita amankan di Mapolres Bateng guna mempertangungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

Ditambahkannya, pada saat dilakukan olah TKP pihaknya menemukan barang-barang berharga milik kroban.

“Saat olah TKP ada beberapa barang berharga milik korban yang ditemukan, seperti dompet yang berisikan uang tunai sebesar 37 juta rupiah didalam tikar, sejumlah perhiasan emas yang tersimpan didalam teko air,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan