oleh

Tersangka Penista Al Qur’an Dijerat Pasal Berlapis

Konferensi Pers kasus dugaan penistaan Al Qur’an di Mapolda Babel, Selasa (09/04/2019)

PANGKALPINANG — Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung, resmi melakukan penahanan terhadap DRL (26), tersangka pelaku penistaan terhadap ayat suci Al Qur’an dan menyampaikan ujaran kebencian.

Berdasarkan data dan informasi yang diterima redaksi dari Humas Polda Babel, Selasa (09/04/2019), dugaan penistaan Al Qur’an dan ujaran kebencian itu dilakukan oleh tersangka DRL di Dusun Sungai Tanggok, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (08/04/2019) kemarin.

Didampingi Direktur Kriminal Khusus AKBP Indra Krismayadi dan Kabid Humas AKBP Maladi, Kapolda Babel Brigjen Pol Drs. Istiono mengatakan, tersangka DRL merekam dirinya dan mengolok – olok Al Qur’an Surat Ad- Dhuha dan mengumandangkan Adzan yang dirubah dengan bahasa Indonesia, kemudian membagikan ke Whats App Grup SMKN 4 Tahun 2011 / 2012.

Video itu lalu tersebar dan viral di media sosial Facebook, yang memancing kemarahan warganet. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B-55 / IV / 2019 / BABEL / Res Babar / SPKT tanggal 8 April 2019, polisi yang bergerak cepat berhasil mengamankan DRL, selanjutnya dilakukan penahanan di Rutan Polda Babel.

“Atas perbuatannya, tersangka DRL dijerat Pasal 45A Ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik atau Pasal 156a KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak satu milyar rupiah,” jelasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan