BANGKA BARATHEADLINE

Tiga Sektor Ini Jadi Fokus Pembangunan RPJMD Bangka Barat 2021 – 2026

×

Tiga Sektor Ini Jadi Fokus Pembangunan RPJMD Bangka Barat 2021 – 2026

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Fokus pembangunan Bangka Barat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) tahun 2021 – 2026 adalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming menjelaskan, pembangunan kesehatan meliputi jaminan berobat gratis melalui BPJS yang ditanggung Pemda serta peningkatan pelayanan kesehatan.

” Kita ingin memastikan masyarakat Bangka Barat tidak perlu khawatir tatkala dia sakit karena biaya berobat sudah ditanggung oleh Pemkab Bangka Barat dalam hal ini BPJS gratis,” jelas Bong Ming Ming usai rapat paripurna penyampaian RPJMD 2021 – 2026, di Gedung Mahligai Betason II, Kantor DPRD, Jum’at ( 23/7 ).

Pada sektor pendidikan, Pemkab kata Ming Ming akan menyiapkan pendidikan yang berkualitas dan gratis serta melayani. Tujuannya untuk menciptakan generasi muda berkualitas serta memiliki daya saing.

” Kita menginginkan pendidikan yang benar – benar berkualitas, generasi muda kita ke depan adalah generasi muda yang berkualitas bisa bersaing dengan kabupaten lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Bong Ming Ming, pada sektor perekonomian, pihaknya menitikberatkan untuk membuka lapangan pekerjaan serta menciptakan calon entrepreneur baru di Bangka Barat.

Selain itu, para petani, peternak dan nelayan akan diberdayakan dalam rangka membangun sebuah industri yang melibatkan mereka dari hulu ke hilir.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) juga akan lebih diperhatikan. Menurut Bong Ming Ming, PAD bisa ditingkatkan melalui BUMD dan pajak retribusi.

Salah satu contohnya, pemberlakuan parkir sistem portal satu pintu yang diterapkan di Pasar Ikan Muntok. Menurut Bong Ming Ming, sebelumnya dari retribusi parkir, nominal rupiah yang didapat Pemda tidak seberapa.

Namun setelah dievaluasi dan diterapkan sistem portal tersebut, dari satu titik saja, jumlah rupiah yang didapat dari parkir cukup signifikan.

” Lalu juga retribusi tambak udang, selama ini tidak pernah menghasilkan apapun kepada Pemda. Ke depan hasil kesepakatan dengan kawan – kawan pengusaha tambak udang, mereka siap untuk berkontribusi untuk pembangunan Bangka Barat dengan memberikan retribusi sesuai dengan aturan yang ada,” tutupnya. ( SK )